NTB.Suara.com - Penasaran dengan perbedaan My Sassy Girls Indonesia dan Korea? Tak perlu khawatir karena kamu bisa mendapatkan jawabannya di bawah ini sebelum kamu menonton film yang diperankan oleh Tiara Andini dan Jefri Nichol ini.
Berbicara mengenai My Sassy Girls, tentu para penggemar film dan drama Korea pasti sudah sangat familiar dengan judul ini. Meski versi Indonesia diadaptasi dari versi Koreanya, namun ada beberapa perbedaan My Sassy Girls Indonesia dan Korea yang mungkin juga disadari oleh penonton film ini.
Adapun perbedaan My Sassy Girls Indonesia dan Korea bisa dilihat dari tone warna film ini, karakter masing-masing pemain serta scene yang ada di film ini. Bagi kamu yang belum menonton versi Koreanya pasti tak menyadarinya.
Terlebih Falcon Pictures selaku rumah produksi My Sassy Girls Indonesia terbilang sukses membuat remake dari film aslinya yang berasal dari negeri ginseng tersebut. Nah, untuk menjawab rasa penasaran kalian, simak perbedaan versi Indonesia dan Korea berikut.
Perbedaan My Sassy Girls Indonesia dan Korea
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai perbedaan antara keduanya, perlu diketahui bahwa My Sassy Girls untuk versi Indonesia sudah rilis di bioskop sejak 23 Juni 2022 dan kini bisa disaksikan melalui platform nonton streaming Prime Video.
Berikut perbedaan film ini antara versi Indonesia dan Korea:
1.Tone Warna yang Digunakan
Kamu mungkin tak menyadari bahwa tone warna yang digunakan di My Sassy Girls versi Indonesia berbeda dengan versi Koreanya. Di versi Indonesia, tone warna yang ditampilkan lebih colourful ketimbang aslinya. Hal ini juga terlihat dari outfit yang digunakan para karakter di film ini.
Dari segi warna baju, sang sutradara yakni Fajar Bustomi memilih warna-warna yang cerah untuk para pemain. Kemudian, pada latar tempat dan suasana juga lebih menyala ketimbang versi aslinya. Selain itu, hasil editing yang diberikan pada film ini juga tidak sesuram versi Koreanya.
2.Scene yang Tak Sama Persis Antara Korea dan Indonesia
Di kedua versi ada scene sang tokoh utama perempuan muntah di kereta dan mengenai si tokoh pria. Namun ada perbedaan antara versi Indonesia dan Korea.
Di versi aslinya, tokoh utama perempuan muntah di kepala seorang kakek. Sedangkan versi Indonesia, si tokoh perempuan alias Sisi muntah di baju Gian, si tokoh utama pria.
Kemudian, beberapa scene versi Indonesia juga dibuat lebih dramatis dibandingkan aslinya. Seperti pada scene di mana Sisi yang tidak sengaja melihat Gian tidak memakai baju atau tanpa busana.
Selain itu, ada scene lain yang juga berbeda. Di versi Indonesia tidak ada scene polisi yang tiba-tiba merazia ketika berada di hotel. Begitu pun dengan adegan yang juga turut dihilangkan.
Adegan lain yang juga berbeda, yakni ketika si tokoh utama meminta Gyeon Woo untuk minum kopi saja. Namun, di versi Indonesia minuman tersebut diganti dengan teh pahit. Tak hanya itu juga masih ada scene-scene lain yang juga berbeda.
3.Penggunaan Bahasa Gaul
Perbedaan berikutnya yang tampak adalah dari penggunaan bahasa gaul. Bagi kamu pecinta film Korea tentu sudah tidak asing lagi dengan kosakata non formal yang kerap diucapkan oleh para pemerannya.
Nah, di versi Indonesia ini, sang sutradara tampaknya juga tak mau kalah dan berusaha menambahkan kekhasan dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Seperti, "terus gua harus bilang wow gitu,” kalimat di salah satu scene.
4.Hasil Akhir Film
Yang terakhir yakni berkaitan dengan hasil akhir film termasuk hasil editan dari My Sassy Girls. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, di versi Indonesia colour yang digunakan juga cenderung terang mendukung keseluruhan tone warna dalam film. Sementara di versi Koreanya tidak seterang versi Indonesia.
Demikianlah perbedaan My Sassy Girls Indonesia dan Korea yang mungkin tak kamu sadari. Meski begitu, kedua versi memiliki keunikan masing-masing. Kamu lebih suka versi mana, Indonesia atau Korea? (Riadin Asy/*)