Gili Trawangan Diserbu Turis Asing, Begini Sejarah Pulau Yang Menjelma Jadi Tempat Party

Suara NTB

Rabu, 19 Juli 2023 | 21:52 WIB
Gili Trawangan Diserbu Turis Asing, Begini Sejarah Pulau Yang Menjelma Jadi Tempat Party
Gugusan tiga pulau kecil, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, di Pulau Lombok, Provinsi NTB. (Sumber foto: Antara)

NTB.Suara.com - Gili Trawangan adalah salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Pulau kecil ini terletak di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB.

Gili Trawangan adalah pulau terbesar dari gugusan tiga pulau di Desa Gili Indah, selain Gili Meno dan Gili Air. Kebanyakan orang menyebut tiga gugusan pulau kecil itu sebagai Gili Tramena atau Gili Matra.

Saat ini, Gili Trawangan sedang diserbu oleh para turis asing dari berbagai negara. Hal itu terjadi karena adanya musim libur panjang di negara-negara Eropa, yang dimulai pada Juli, Agustus hingga September 2023.

Ketua Gili Hotels Association (GHA), Lalu Kusnawan memperkirakan tingkat kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan sudah di atas 2.200 orang per hari sejak Juli 2023. 

"Dari total jumlah turis tersebut, sebesar 99,9 persen warga negara asing dengan rata-rata lama menginap selama tiga malam," katanya.

Dikutip dari YouTube Info Nusa, destinasi wisata unggulan tersebut memang sudah menjadi favorit di Provinsi NTB, dan menjadi ikon pariwisata Lombok yang sudah tersohor di penjuru dunia.

Nnamun tahukan Anda bagaimana sejarah dari terbentuknya pulau kecil nan eksotik itu. Gili Trawangan terbentuk dari batuan lava bantal karena lelehan lava gunung api bawah laut tua yang membeku di perairan.

Dalam ilmu geologi masa itu terjadi pada umur Oligo-Miosen hingga Plio-Plistosen. Itu adalah sebuah kala pada skala waktu geologi yang berlangsung antara 23,03 hingga 5,332 juta tahun lalu.

Selanjutnya, dalam berbagai literatur sejarah, Gili Trawangan dikenal sebagai pulau kosong tanpa penghuni. Karena kekosongannya itulah Gili Trawangan sering dijadikan tempat pembuangan.

baca juga

Catatan awal yang menjelaskan Gili Trawangan sebagai tempat pembuangan terdapat pada buku sejarah Pulau Lombok. Buku yang ditulis oleh Lalu Djelenge ini, menceritakan saat terjadi perang sakra pada tahun 1826, beberapa pasukan yang tertangkap di tahan di penjara yang ada di Cakranegara dan Mataram, sisanya dibuang ke Gili Trawangan.

Selanjutnya, pada buku sejarah Nusa Tenggara Barat yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, ketika perang Menjeli meletus pada tahun 1855, beberapa lelaki Desa Menjeli dibuang ke Gili Trawangan.

Kisah Gili Trawangan sebagai daerah buangan kemudian berlanjut pada masa kemerdekaan. Pada peristiwa berdarah tahun 1965 atau dikenal dengan G30S PKI, beberapa orang yang dicurigai sebagai simpatisan PKI dibuang ke Gili Trawangan.

Pada tahun 1990-an, keindahan Pantai Gili Trawangan mulai memikat para wisatawan. Lambat laun, Gili Trawangan mulai dikenal dan digali.

Dilansir dari situs kkp.go.id, oleh pemerintah pada tahun 1993, Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan (Gili Matra) ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam atau TWA, Penetapan tersebut sesuai dengan SK Menteri Kehutanan No 85/Kpts-II/1993.

Kemudian pada 2001, berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No 99/Kpts-II/2001, kawasan Gili Matra berubah status menjadi Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

Pada 3 September 2009, berdasarkan berita acara serah terima Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam dari Departemen Kehutanan Kepada Departemen Kelautan dan Perikanan dengan No BA 01/Menhut-IV/2009-BA 108/MEN.KPIII/2009, kawasan Gili Matra sah berada di bawah pengelolaan Departemen Kelautan dan Perikanan. Nomenklatur kawasan ini berubah menjadi Taman Wisata Perairan (TWP). 

Itulah sejarah singkat Gili Trawangan. Ternyata cukup berliku juga ya sejarah dari pulau yang terkenal dengan keindahan pantainya dan pesona bawah lautnya. Yang pasti Gili Trawangan kini telah menjelma menjadi tempat berlibur dan party yang paling terkenal di Pulau Lombok. Ayoo berwisata ke Gili Trawangan dan nikmati sensasi party. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

171 Guru di Lombok Barat Terima SK Sebagai PPPK

171 Guru di Lombok Barat Terima SK Sebagai PPPK

Ntb | Rabu, 19 Juli 2023 | 19:20 WIB

Bayi Berkaki 6 di Lombok Kesulitan BAB Karena Tak Mempunyai Anus

Bayi Berkaki 6 di Lombok Kesulitan BAB Karena Tak Mempunyai Anus

Bali | Selasa, 18 Juli 2023 | 19:02 WIB

Ada Harga Spesial Menginap di Aruna Senggigi, Syaratnya Warga NTB Sudah Bayar Pajak Kendaraan

Ada Harga Spesial Menginap di Aruna Senggigi, Syaratnya Warga NTB Sudah Bayar Pajak Kendaraan

Ntb | Selasa, 18 Juli 2023 | 16:53 WIB

Terkini

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×