DP Sudah Turun, Masyarakat Masih Enggan Beli Kendaraan, Kenapa?

Ruben Setiawan

Selasa, 07 Juli 2015 | 05:16 WIB
DP Sudah Turun, Masyarakat Masih Enggan Beli Kendaraan, Kenapa?
Ilustrasi.

Suara.com - Kebijakan penurunan uang muka (down payment/DP) pembiayaan kendaraan bermotor sebesar 5,0-10 persen mulai 30 Juni 2015 oleh Otoritas Jasa Keuangan belum berdampak pada kenaikan pembelian kendaraan karena daya beli masyarakat rendah, kata Direktur Marketing Adira Finance Hafid Hadeli.

"Meski uang muka diturunkan, masyarakat daya belinya sudah jauh menurun sekali. Kalau pertumbuhan ekonomi bagus tentu daya beli meningkat. Meski uang muka diturunkan tapi agak berat karena daya belinya sudah lemah," ujar Direktur Marketing perusahaan pembiayaan kendaraan tersebut di Jakarta, Senin.

Menurut Hafid, kebijakan tersebut tidak berdampak pada segmentasi mobil untuk kelas menengah ke bawah, sedangkan untuk mobil dengan segmentasi menengah ke atas mengalami kenaikkan, tetapi kurang dari dua persen penjualan nasional sejak kebijakan tersebut diberlakukan.

Ia berpendapat untuk perusahaan pembiayaan syariah juga tidak terlalu berdampak terjadi peningkatan pembelian kendaraan karena perbedaan uang muka melalui perusahaan pembiayaan syariah dengan konvensional hanya lima persen.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Direktur Head of Retail Car Adira Finance Niko Kurniawan mengatakan diperlukan kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menstimulus peningkatan daya beli masyarakat.

Ia mengatakan penurunan uang muka dan diskon yang diberikan perusahaan pembiayaan kendaraan dapat berdampak jika ekonomi makro membaik. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi semester kedua meningkat sehingga terjadi peningkatan pembelian kendaraan di semester kedua.

"Saya optimis semester dua lebih bagus karena perubahan nomenklatur sudah selesai, pengeluaran digenjot sehingga market lebih bagus," ujar Niko seperti dikutip Antara.

Hingga Juni 2015, Adira melakukan pembiayaan kendaraan sebesar Rp15 triliun, dengan rincian Rp8,6 triliun untuk motor dan Rp6,4 triliun untuk mobil (Rp3 triliun untuk mobil bekas dan Rp3,4 triliun untuk mobil baru).

Pembiayaan untuk mobil baru dari Januari hingga Juni 2015 menurun hingga 20 persen dari Rp4,4 triliun pada periode sama tahun sebelumnya menjadi Rp3,4 triliun pada tahun ini.

Sementara pada triwulan I tahun 2015, penjualan kendaraan bermotor mencatat pertumbuhan negatif masing-masing sebesar 15,36 persen untuk penjualan mobil dan sebesar -17,27 persen untuk penjualan motor.

Untuk mendukung pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi nasional, OJK menetapkan melalui dua Surat Edaran yaitu Surat Edaran OJK Nomor 19/SEOJK.05/2015 tentang Besaran Uang Muka (Down Payment) Pembiayaan Kendaraan Bermotor Bagi Perusahaan Pembiayaan dan Surat Edaran OJK Nomor 20/SEOJK.05/2015 tentang Besaran Uang Muka (Down Payment/Urbun) Pembiayaan Kendaraan Bermotor Untuk Pembiayaan Syariah.

Melalui paket peraturan tersebut, OJK menurunkan besaran uang muka pembiayaan kendaraan bermotor bagi Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) Perusahaan Pembiayaan mulai dari 5,0-10 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjualan Mobil Naik 15,9 Persen di Semester I 2026: Fuso Melejit, Honda Melempem

Penjualan Mobil Naik 15,9 Persen di Semester I 2026: Fuso Melejit, Honda Melempem

Otomotif | Senin, 13 Juli 2026 | 19:25 WIB

10 Mobil Terlaris Semester 1 2026: Suzuki Carry Semakin di Depan

10 Mobil Terlaris Semester 1 2026: Suzuki Carry Semakin di Depan

Otomotif | Senin, 13 Juli 2026 | 15:03 WIB

10 Brand Mobil Terlaris dari Wholesales Juni 2026: Toyota Tak Tertandingi, Honda Dikejar Fuso

10 Brand Mobil Terlaris dari Wholesales Juni 2026: Toyota Tak Tertandingi, Honda Dikejar Fuso

Otomotif | Senin, 13 Juli 2026 | 14:05 WIB

Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia

Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia

Otomotif | Senin, 06 Juli 2026 | 15:10 WIB

Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional

Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:10 WIB

Beda Nasib Kia di Luar Negeri vs di Indonesia, Penjualannya Bak Langit dan Bumi

Beda Nasib Kia di Luar Negeri vs di Indonesia, Penjualannya Bak Langit dan Bumi

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:44 WIB

Daftar Merek Mobil Terlaris Mei 2026, BYD Mulai Tergeser Dengan Merek  China Lain

Daftar Merek Mobil Terlaris Mei 2026, BYD Mulai Tergeser Dengan Merek China Lain

Otomotif | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:55 WIB

Strategi Mobil Hybrid Dongkrak Penjualan Suzuki Meski Carry Tetap Dominan

Strategi Mobil Hybrid Dongkrak Penjualan Suzuki Meski Carry Tetap Dominan

Otomotif | Senin, 01 Juni 2026 | 09:41 WIB

GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia

GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 46 Ribu Unit dan Kuasai Segmen Mobil Murah

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 46 Ribu Unit dan Kuasai Segmen Mobil Murah

Otomotif | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:54 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×