Makin Mahal Mobil Baru, Makin Besar Depresiasi Harganya

Arsito Hidayatullah | Deni Yuliansari
Makin Mahal Mobil Baru, Makin Besar Depresiasi Harganya
Ilustrasi mobil baru yang dipamerkan di ajang IIMS 2015 lalu. [Suara.com/Oke Atmaja]

Besarnya depresiasi juga ditentukan oleh minat konsumen terhadap mobil baru itu.

Suara.com - Depresiasi harga atau penurunan harga sebuah mobil, dari mobil baru menjadi mobil pada umumnya, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah harga unit kendaraan baru.

"Makin mahal sebuah kendaraan baru, makin besar pula depresiasi harganya," kata COO Mobil88, Halomoan Fischer, di Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Menurut Fischer, jika dirata-ratakan, depresiasi untuk kendaraan dengan harga yang tinggi bisa mencapai 15 persen di tahun pertama.

"Di tahun keduanya itu bisa 10 persen," katanya.

Selain harga, menurutnya lagi, minat konsumen terhadap unit mobil tersebut juga menjadi faktor penting saat memprediksi depresiasi harga.

"Minat konsumen bisa dilihat dari produk barunya. Kalau produk barunya diminati, ya depresiasinya rendah. Tapi semakin tidak diminati, ya, semakin besar pula depresiasinya," ujarnya.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS