Jaguar Land Rover Hentikan Produksi Model Defender

Ririn Indriani

Sabtu, 30 Januari 2016 | 11:46 WIB
Jaguar Land Rover Hentikan Produksi Model Defender
Land Rover Defender enam roda. [Kahn Automobiles]

Suara.com - Land Rover Defender, sebuah mobil legendaris yang dicintai oleh Ratu Elizabeth II dan ditampilkan dalam film-film laris Hollywood, dihapus dari jalur produksinya pada Jumat, setelah 68 tahun dibuat di Inggris.

Produsen mobil Jaguar Land Rover (JLR) yang dimiliki India telah mengumumkan pada akhir 2013 bahwa kelompok itu akan berhenti membuat Defender legendaris itu di pabrik mobilnya di Solihull di West Midlands, Inggris Tengah.

Produksi Land Rover Defender yang terakhir dirayakan oleh para pekerja di pabrik JLR dengan lampu yang berkedip-kedip dan diringi suara klakson bergemuruh.

JLR memutuskan untuk menghentikan produksi mobil 4x4 legendaris yang dikenal sebagai mobil tahan lama yang dapat menyeberang lumpur, banjir atau gurun pasir itu, karena kesulitan dalam menjaga keselamatan dan standar emisi.

"Mereka ingin kendaraan yang lebih aman, mereka ingin kendaraan dengan kantong udara, mereka ingin kendaraan dengan emisi bahan bakar yang lebih rendah. Kendaraan ini untuk petani," Patrick Cruywagen, wakil editor majalah Land Rover Monthly, mengatakan kepada Sky News.

Tapi dia mengatakan, para penggemar Defender tidak usaha putus asa karena "70 persen dari Land Rovers yang selama ini dibuat masih di jalan - Anda masih dapat membeli Defender tetapi tidak yang baru".

Lebih dari dua juta Defender telah diproduksi selama 68 tahun terakhir, karena mobil ini menjadi salah satu kendaraan jalan raya yang paling dicintai dan berusia panjang.

Defenders telah ditampilkan dalam sejumlah film-film terkenal seperti film James Bond "Skyfall" dan "Edge Of Tomorrow" yang menampilkan Tom Cruise.

Ratu Inggris menerima penyerahan Defender pertama tak lama setelah ia naik tahta pada 1952 dan telah menggunakan Land Rover untuk berkendara di jalan-jalan pribadi di sekitar kebun kerajaan sejak itu.

Status Land Rover sebagai pemasok resmi ke keluarga kerajaan berawal pada 1948 ketika ayah Ratu Raja George VI melihat Land Rover asli.

"Dunia telah menyusul ke titik di mana mereka tidak bisa lagi menjaga sisi aturan emisi dan keselamatan," kata Jim Holder, direktur editorial dari majalah Autocar dan What Car?

Kenyataannya Defender, lanjut dia, saat ini tidak dijual dalam jumlah yang cukup tinggi. "Tantangannya adalah bagaimana memperluas daya tariknya tanpa merusak aspek-aspek penting yang membuatnya begitu menarik," jelas Jim.

JLR adalah unit dari Tata Motors, India, yang membelinya dari Ford seharga 2,3 miliar dolar AS (2,1 miliar euro) pada 2008 di puncak krisis keuangan global.

Sebuah model Land Rover baru direncanakan akan mulai di produksi pada 2018. (Antara/AFP)


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Land Rover Batal Stop Produksi Defender

Land Rover Batal Stop Produksi Defender

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2015 | 19:44 WIB

Terkini

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Strategi Mal Bantu Brand Lokal Jangkau Konsumen Lewat Festival Kreatif

Strategi Mal Bantu Brand Lokal Jangkau Konsumen Lewat Festival Kreatif

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Pasokan Gas Singapura Berkurang, Begini Dampak Nyatanya Versi Pemerintah Singapura

Pasokan Gas Singapura Berkurang, Begini Dampak Nyatanya Versi Pemerintah Singapura

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Intan Jaya Siapkan Lahan 7 Hektare, Gus Ipul: Kita Perluas Sekolah Rakyat di Daerah 3 T

Intan Jaya Siapkan Lahan 7 Hektare, Gus Ipul: Kita Perluas Sekolah Rakyat di Daerah 3 T

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tak Hanya Pusat, Pemda Juga Diminta Jalankan Program Bansos

Tak Hanya Pusat, Pemda Juga Diminta Jalankan Program Bansos

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Hadir Jadi Saksi, Perancang UU Kesehatan Sebut Kasus Richard Lee Cukup Sanksi Administrasi

Hadir Jadi Saksi, Perancang UU Kesehatan Sebut Kasus Richard Lee Cukup Sanksi Administrasi

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Michael Carrick Deg-degan Tunggu Keputusan: Dipecat atau Dipertahankan

Michael Carrick Deg-degan Tunggu Keputusan: Dipecat atau Dipertahankan

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Yusril: Presiden Bukan Berarti Setuju Kajian Luhut Soal Definisi Korupsi

Yusril: Presiden Bukan Berarti Setuju Kajian Luhut Soal Definisi Korupsi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Bobotoh Tewas Dibacok, Pengamat Desak Super League Evaluasi Total: Stop Sementara

Bobotoh Tewas Dibacok, Pengamat Desak Super League Evaluasi Total: Stop Sementara

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Gubernur Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih bagi Masyarakat Pacitan Senilai Rp 11,499 M

Gubernur Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih bagi Masyarakat Pacitan Senilai Rp 11,499 M

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:35 WIB

×