Ini yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Kaca Film

Dythia Novianty, Insan Akbar Krisnamusi

Minggu, 14 Agustus 2016 | 15:11 WIB
Ini yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Kaca Film
Manager Pemasaran Llumar Indonesia Herrys Winata di GIIAS 2016, Tangerang Selatan, Minggu (14/8/2016). [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]

Suara.com - Segudang produk dan merek kaca film berserakan di pasar otomotif Indonesia. Sayangnya, masih banyak konsumen yang belum mengetahui soal 'Total Solar Energi Rejected' (TSER) sebagai salah satu standar kualitas dan keamanan sebuah kaca film bagi kesehatan.

TSER adalah kemampuan kaca film dalam menolak setiap bagian energi cahaya matahari yang berbahaya. TSER menjadi salah satu standarisasi kualitas kaca film yang ditetapkan oleh International Window Film Association (IWFA).

"IWFA mengukur keseluruhan energi matahari yang di dalamnya mengandung ultra violet, sinar infra merah, sinar gamma, sinar beta, dan lain-lain dengan ukuran 0-2.800 nanometer," kata Manager Pemasaran Llumar Indonesia Herrys Winata, Minggu (14/8/2016) di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 yang berlangsung mulai 11-21 Agustus di Tangerang, Banten.

Menurut dia, semakin tinggi persentase TSER sebuah produk kaca film, semakin tinggi pula nanometernya. Lantas, semakin mampu pula kaca film tersebut menahan energi matahari yang berbahaya bagi kulit dan kabin mobil.

"Standar TSER minimal sebuah kaca film untuk bisa dikategorikan cukup baik adalah 40-50 persen," ucap Herrys.

Ia pun mewanti-wanti konsumen agar memperhatikan TSER saat membeli sebuah kaca film. Apalagi, saat ini di Indonesia belum ada satu lembaga khusus untuk mengukur kualitas kaca film.

"Saya pernah menemukan di pasar ada kaca film yang mengganti tempelan TSER mereka dengan stiker buatan sendiri. Mereka mengklaim TSER 80-90 persen. Padahal benda dengan TSER 80-90 persen itu bukan kaca film, tapi mungkin triplek," ungkap Herrys.

Di GIIAS 2016 sendiri, Llumar meluncurkan kaca film Top70 dengan TSER 50 persen. "Top70 ini adalah salah satu varian dari kaca film 'Gold Series' Llumar. Ini adalah kaca film terang dengan Visible Light Transmittance (VLT) 70 persen sehingga dikhususkan bagi kaca depan," tukas Herrys.

Keunggulan lainnya Top70 adalah pengaplikasian teknologi Nano Ceramic sehingga kaca film ini tidak mengandung komponen metal sama sekali.

"Biasanya kaca film tanpa kandungan metal memiliki TSER jelek, tapi tidak untuk Top70," klaimnya.

Adapun Top70 dijual dengan rentang harga pasar Rp2,5-3 juta.

"Di GIIAS 2016 kami memberikan promosi pemasangan satu set kaca film dengan hanya penambahan Rp1 juta untuk Top70 di kaca depan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jawab Tantangan Calya-Sigra, Datsun Tingkatkan Fitur Go+ Panca

Jawab Tantangan Calya-Sigra, Datsun Tingkatkan Fitur Go+ Panca

Otomotif | Minggu, 14 Agustus 2016 | 12:38 WIB

Kawasaki Jual Motor Klasik Dijual Seharga Mobil

Kawasaki Jual Motor Klasik Dijual Seharga Mobil

Otomotif | Minggu, 14 Agustus 2016 | 12:28 WIB

Daihatsu Concept Bergaya Kuliner

Daihatsu Concept Bergaya Kuliner

Foto | Sabtu, 13 Agustus 2016 | 12:38 WIB

Mitsubishi Cuci Gudang Mirage Lawas di GIIAS 2016

Mitsubishi Cuci Gudang Mirage Lawas di GIIAS 2016

Otomotif | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 21:04 WIB

Satria F150 Black Predator Jadi Andalan Suzuki di GIIAS 2015

Satria F150 Black Predator Jadi Andalan Suzuki di GIIAS 2015

Otomotif | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 19:39 WIB

Terkini

Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang

Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:43 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Ekosistem Pembiayaan di Jawa Timur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Ekosistem Pembiayaan di Jawa Timur

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Seskab Teddy Ternyata Berbohong Soal Sumber Anggaran MBG

Seskab Teddy Ternyata Berbohong Soal Sumber Anggaran MBG

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Kebakaran Hebat di Blitar, Ibu Luka Bakar Parah Saat Api Tungku Menyambar Bensin

Kebakaran Hebat di Blitar, Ibu Luka Bakar Parah Saat Api Tungku Menyambar Bensin

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara

Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Kajian PPHN di MPR Sudah Selesai, Selanjutnya Tinggal Tunggu Sikap Presiden

Kajian PPHN di MPR Sudah Selesai, Selanjutnya Tinggal Tunggu Sikap Presiden

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:36 WIB

IDI Desak Audit RS dan BPJS Usai Tragedi Yusrizal: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Diefisiensi

IDI Desak Audit RS dan BPJS Usai Tragedi Yusrizal: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Diefisiensi

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Vietnam Jadi Pembahasan Unik Media Korea

Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Vietnam Jadi Pembahasan Unik Media Korea

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Dukung Generasi Emas, BRI Peduli Bawa Program Desa BRILiaN 1.000 HPK ke Kaliurang

Dukung Generasi Emas, BRI Peduli Bawa Program Desa BRILiaN 1.000 HPK ke Kaliurang

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Sektor Pertambangan Jadi Satu-satunya Terkontraksi pada Kuartal II 2026, Ini Penyebabnya

Sektor Pertambangan Jadi Satu-satunya Terkontraksi pada Kuartal II 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

×