Pasar Sedan di Indonesia, Hidup Segan Mati Tak Mau

Tomi Tresnady, Insan Akbar Krisnamusi

Kamis, 16 Maret 2017 | 16:28 WIB
Pasar Sedan di Indonesia, Hidup Segan Mati Tak Mau
Peluncuran All New Honda Civic di IIMS 2016 di Jakarta, Jumat (8/4/2016). (Suara.com/Dythia Novianty)

Suara.com - Ada satu segmen kendaraan di pasar otomotif Indonesia yang tak berkembang yaitu sedan. Dengan nasib yang sangat bergantung pada sektor fleet (penjualan kepada korporasi), pasar sedan mirip dengan peribahasa "hidup segan mati tak mau". 

"Sudah berpuluh-puluh tahun, ya, sedan (pasarnya) begitu-begitu saja," kata Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT. Honda Prospect Motor Jonfis Fandy pascapeluncuran New City dan New Odyssey, Kamis (16/3/2017) di Jakarta.

Menurut Jonfis, sedan sulit tumbuh di Indonesia ikut dipengaruhi oleh desain pemerintah terhadap laju industri otomotif nasional sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Pemerintah lebih mengutamakan penjualan mobil keluarga seperti multi purpose vehicle (MPV).

Pajak sedan pun disetel lebih mahal ketimbang model-model lainnya sehingga harganya lebih mahal. Saat ini, besaran Pajak Penjualan Barah Mewah (PPnBM) sedan ialah 30 persen untuk mesin 1.500 cc dan 40 persen bagi 2.000 cc.

Jonfis juga mengakui bahwa kultur orang-orang Indonesia yang erat kekeluargaannya turut menambah runyam kondisi sedan yang kapasitasnya kecil.

Sebagai bukti nahasnya nasib sedan, lihat saja transaksi jual-beli segmen ini setidaknya dua tahun ke belakang. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan sedan hanya 1,79 persen dari total pasar 2015 yang berjumlah 1.013.291 unit.

Tahun lalu, distribusi sedan pun hanya 1,27 persen dari keseluruhan pasar yang mencapai 1.061.015 unit.

Jonfis lanjut mengatakan bahwa penjualan sedan kebanyakan ada di sektor fleet, termasuk untuk Honda. Dari tiga model sedan Honda yakni City, Civic, Accord, hanya Civic yang memiliki konsumen perorangan relatif berimbang.

Kesan formal yang ditimbulkan oleh sedan membuat perusahaan-perusahaan masih tertarik membelinya sebagai mobil operasional para eksekutif selevel manager ke atas. Sedan akhirnya masih tertolong.

baca juga

Perkembangan sedan, menurut Jonfis, tergantung pada ada-tidaknya revisi pajak penjualan barang mewah (PPnBM) yang sedang diusahakan oleh Gaikindo sejak tahun lalu.

"Tapi (kalau pun pajak berkurang) penambahan tidak akan besar. Akan berkisar di 3-5 persenan saja dari total pasar."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaikindo Minta Pengurangan PPnBM Sedan Kecil

Gaikindo Minta Pengurangan PPnBM Sedan Kecil

Otomotif | Sabtu, 20 Agustus 2016 | 12:30 WIB

Jika Pajak Direduksi, Honda Siap Produksi Sedan di Indonesia

Jika Pajak Direduksi, Honda Siap Produksi Sedan di Indonesia

Otomotif | Kamis, 23 Juni 2016 | 12:14 WIB

Dicap Produk Gagal, Produksi Cadillac ELR Dihentikan

Dicap Produk Gagal, Produksi Cadillac ELR Dihentikan

Otomotif | Senin, 23 Mei 2016 | 19:25 WIB

BMW Premium Selection Jadi Alternatif Beli BMW Bekas

BMW Premium Selection Jadi Alternatif Beli BMW Bekas

Otomotif | Jum'at, 27 November 2015 | 21:12 WIB

Peminat BMW 'Individual Collection' Harus Menunggu 6 Bulan

Peminat BMW 'Individual Collection' Harus Menunggu 6 Bulan

Otomotif | Jum'at, 27 November 2015 | 17:25 WIB

VIDEO: Ditabrak Sedan Misterius, Penjaga Konsulat AS Terlempar

VIDEO: Ditabrak Sedan Misterius, Penjaga Konsulat AS Terlempar

Video | Sabtu, 14 Februari 2015 | 05:45 WIB

Sedan Misterius Tabrak Pagar Konsulat AS, Satu Penjaga Cedera

Sedan Misterius Tabrak Pagar Konsulat AS, Satu Penjaga Cedera

News | Sabtu, 14 Februari 2015 | 05:00 WIB

Terkini

Tak Sekadar Sertifikat, Brand Kuliner Asal Garut Jadikan Halal Integrity Fondasi Utama

Tak Sekadar Sertifikat, Brand Kuliner Asal Garut Jadikan Halal Integrity Fondasi Utama

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 11:44 WIB

Bongkar Kebocoran APBN Rp480 T! Prabowo: Padahal Bisa Hemat Buat MBG!

Bongkar Kebocoran APBN Rp480 T! Prabowo: Padahal Bisa Hemat Buat MBG!

Video | Sabtu, 19 September 2026 | 11:34 WIB

Kenakan Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo

Kenakan Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo

News | Sabtu, 19 September 2026 | 11:31 WIB

Berawal Dikejar Deadline, Review Novel Progresnya Berapa Persen?

Berawal Dikejar Deadline, Review Novel Progresnya Berapa Persen?

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 11:30 WIB

Novel Sabtu Bersama Bapak: Hangatnya Pesan Seorang Ayah

Novel Sabtu Bersama Bapak: Hangatnya Pesan Seorang Ayah

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 11:20 WIB

4 Shio yang Mulai Lepas dari Kesepian setelah 19 September 2026, Kembali Temukan Kehangatan

4 Shio yang Mulai Lepas dari Kesepian setelah 19 September 2026, Kembali Temukan Kehangatan

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 11:08 WIB

Prabowo Singgung PAN Bokek di HUT ke-28: Acara Megah, Utang Belum Lunas

Prabowo Singgung PAN Bokek di HUT ke-28: Acara Megah, Utang Belum Lunas

News | Sabtu, 19 September 2026 | 11:00 WIB

Review Film Just Play Dead: Trik Skenario Kematian Palsu yang Penuh Rahasia

Review Film Just Play Dead: Trik Skenario Kematian Palsu yang Penuh Rahasia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 11:00 WIB

Hanya Berjarak 15 Km dari Rumah, Lansia di Jombang Tewas Jadi Korban Tabrak Lari Truk

Hanya Berjarak 15 Km dari Rumah, Lansia di Jombang Tewas Jadi Korban Tabrak Lari Truk

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 10:58 WIB

Sedih Hutan Terus Terbakar, Prabowo Kantongi 95 Nama Perusahaan Nakal

Sedih Hutan Terus Terbakar, Prabowo Kantongi 95 Nama Perusahaan Nakal

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:53 WIB

×