Ducati Dibeli Royal Enfield?

Dythia Novianty

Kamis, 25 Mei 2017 | 13:12 WIB
Ducati Dibeli Royal Enfield?
Logo Ducati. [Shutterstock]

Suara.com - Akhir-akhir ini berhembus kencang kabar penjualan Ducati. Sempat dikabarkan Volkwagen berniat melepaskan kepemilikannya terhadap perusahaan asal Italia itu.

Kabar tersebut cukup masuk akal, mengingat tersandungnya perusahaan asal Jerman itu dengan skandal Dieselgate. Tapi kemudian muncul daftar perusahaan yang berminat berinvestasi di Ducati.

Tapi jika melihat perusahaan yang kini dalam kondisi mapan di industri otomotif atau sepeda motor, hanya sedikit yang memiliki sumber daya dan sinergi perusahaan yang baik.

Salah satu yang dianggap banyak para pengamat memenuhi persyaratan adalah Royal Enfield. Perusahaan ini sebelumnya berada di bawah Inggris dan kini menjadi anak perusahaan dari India's Eicher Motor.

Pabrikan ini terkenal dengan Bullet 500cc-nya dan, Adventure Himalaya. Royal Enfield hingga kini adalah pemimpin pasar di India untuk sepeda motor berukuran sedang.

Royal Enfield memiliki rencana untuk melebarkan sayap dan berekspansi di pasar lain, termasuk Amerika Utara, di mana menjadi target peluncuran Himalaya musim panas ini.

Semua alasan ini menjadikan Royal Enfield sebagai calon kuat pembeli Ducati. Pabrikan dilaporkan telah didekati kemungkinan kesepakatan oleh Evercore, bank investasi Volkswagen yang telah berusaha untuk mengeksplorasi opsi untuk Ducati.
Perundingan ini mungkin hanya awal, bagaimanapun, karena peran Evercore adalah untuk mengukur ketertarikan pasar terhadap Ducati. Dari ini dapat mengevaluasi apakah masuk akal bagi Volkswagen masuk ke pasar sepeda motor.

Komentar dari Siddhartha Lal, CEO Royal Enfield dan Eicher Motorsa, justru mengecilkan kemungkinan kesepakatan.

"Saya memiliki pandangan umum tentang hal-hal seperti itu. Kita selalu terbuka terhadap pemikiran dan gagasan. Tapi seperti yang Anda tahu, kita adalah perusahaan yang paling fokus dan selektif ... Jadi pada dasarnya, tanpa mengatakan sama sekali tidak pada apapun, kita begitu memusatkan diri pada kesempatan sendiri sehingga kita tidak menginginkan sesuatu mengalihkan perhatian kita," paparnya kepada Times of India.

baca juga

Lal adalah pebisnis cerdas, yang baru saja diangkat sebagai CEO India tahun ini oleh Business Standard. Lal mengambil alih Royal Enfield pada tahun 2000 saat perusahaan tersebut mengalmai kerugian dan Eicher mempertimbangkan untuk menjualnya.

Saat ini, Royal Enfield menyumbang 40 persen dari pendapatan Eicher dan 80 persen dari keuntungannya. Namun, dari pernyataannya Lal tidak benar-benar menutup pintu pada Ducati atau mungkin dia hanya menggertak untuk mendapatkan posisi tawar yang lebih baik.

Demikian juga, ada spekulasi serupa di beberapa kantor berita di AS, yang menghubungkan Polaris dengan MV Agusta tahun lalu, saat MV mencari dana.

Lalu dari semua nama pabrikan tersebut, siapakah yang menjadi pembeli potensial Ducati? Atau benarkah kepemilikan Ducati akan berpindah tangan? Kita tunggu perkembangan selanjutnya siapa yang benar-benar jadi pemilik merek besar tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makin Kece! Polisi Italia Patroli dengan Ducati Multistrada 1200

Makin Kece! Polisi Italia Patroli dengan Ducati Multistrada 1200

Otomotif | Rabu, 24 Mei 2017 | 12:34 WIB

Terkini

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

×