Trump Serang Pabrikan Jerman, Sebut Mereka Buruk bagi AS

Ardi Mandiri, Insan Akbar Krisnamusi

Sabtu, 27 Mei 2017 | 16:25 WIB
Trump Serang Pabrikan Jerman, Sebut Mereka Buruk bagi AS
Paus Fransiskus saat berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan istrinya Melania, di Vatikan, Rabu (24/5/2017). [Alessandra Tarantino/Pool/AFP]
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang pabrikan-pabrikan Jerman dengan mengatakan mereka berdampak buruk bagi ekonomi AS. Pabrikan-pabrikan tersebut, bahkan Kanselir Jerman tak tinggal diam dan merespons serangan verbal Trump ini.
 
Perkataan tak mengenakkan Trump itu, seperti diberitakan Automotive News dengan mengutip Der Spiegel pada Sabtu (27/5/2017), dilontarkan dalam pertemuan tertutup antara pemerintah AS dengan utusan Uni Eropa. Perkataan ini dibocorkan seorang peserta pertemuan yang meminta dirahasiakan namanya kepada Der Spiegel.
 
"Orang-orang Jerman itu buruk, sangat buruk," kata sumber anonim itu menirukan kata-kata Trump.
 
"Lihatlah jutaan mobil yang dijual pabrikan-pabrikan itu di AS. Buruk. Kita akan menghentikannya," lanjut Trump lagi, menurut narasumber.
 
Kalimat Trump tersebut menyangkut neraca perdagangan Jerman yang surplus terhadap AS, dan mobil-mobil impor Jerman turut dianggap sebagai salah satu penyebabnya. Pada tahun lalu saja, neraca perdagangan Jerman dengan AS surplus 253 miliar euro (Rp3.767.548.488.000.000), sementara defisit perdagangan di sisi AS terus melebar.
 
Penasihat ekonomi di pemerintahan Trump, saat dimintai konfirmasi, mengakui bahwa Trump memang mengatakan kata 'buruk' kepada pabrikan-pabrikan Jerman. Akan tetapi, kata itu mengacu pada neraca perdagangan dan bukan pada negaranya.
 
"Dia (Trump) bilang, mereka sangat buruk bagi neraca perdagangan, tapi ia tak ada masalah dengan pemerintah Jerman," ucap Director of the National Economic Council U.S.A Gary Cohn.
 
"Dia bilang lagi bahwa Ayahnya berasal dari Jerman dan masalahnya ada pada perdagangan dengan Jerman, bukan dengan Jermannya," lanjut Cohn.
 
CEO BMW Harald Krueger menanggapi soal ini dengan mengatakan bahwa salah satu pabrik terbesar BMW di luar Jerman ada di Spartanburg, South Carolina, AS. Ia mengingatkan bahwa pabrik ini membuat BMW menjadi salah satu eksportir terbesar di 'Negeri Paman Sam'.
 
Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan bahwa serangan verbal Trump dengan menyebut nama satu negara secara spesifik sangat tidak pantas. Ia juga menilai bahwa banyaknya impor mobil-mobil Jerman ke AS membuktikan kualitas produk-produk Jerman yang disukai konsumen AS.
 
Trump sendiri sudah beberapa kali melakukan konfrontasi dengan pabrikan-pabrikan Jerman. Pada Januari, misalnya, ia mengancam BMW dengan rencana memberlakukan import duty 35 persen terhadap mobil-mobil yang dijual dengan cara impor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Regulasi Otomotif di Indonesia Dinilai Banyak yang Sudah 'Basi'

Regulasi Otomotif di Indonesia Dinilai Banyak yang Sudah 'Basi'

Otomotif | Minggu, 23 April 2017 | 13:57 WIB

Industri Otomotif Harap Pemerintah Jaga Stabilitas Politik

Industri Otomotif Harap Pemerintah Jaga Stabilitas Politik

Otomotif | Jum'at, 25 November 2016 | 19:52 WIB

Tidak Cuma Kompetisi, Industri Otomotif Perlu Kolaborasi

Tidak Cuma Kompetisi, Industri Otomotif Perlu Kolaborasi

Otomotif | Rabu, 03 Agustus 2016 | 01:44 WIB

Terkini

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:22 WIB

×