Niat Tesla Mendirikan Pabrik di Cina Makin Mendekati Kenyataan

Dythia Novianty, Insan Akbar Krisnamusi

Selasa, 20 Juni 2017 | 15:30 WIB
Niat Tesla Mendirikan Pabrik di Cina Makin Mendekati Kenyataan
Logo Tesla. [Shutterstock]

Suara.com - Rencana Tesla untuk membangun pabrik mobil listrik di Cina semakin mendekati realisasi. Tesla dikabarkan sudah hampir sepakat dengan pemerintah kota Guangzhou soal pembangunan pabrik.

Hal tersebut, seperti diwartakan Automotive News pada Selasa (20/6/2017), dibeberkan oleh seorang sumber dalam yang menolak dipublikasikan namanya. Saat ini, Tesla dan pemerintah kota daerah setempat sedang melakukan finalisasi detail kesepakatan dan jadwal pengumuman perjanjian masih bisa berubah.

Tesla, kata sang sumber, kelak bakal diperbolehkan untuk mendirikan pabrik di Lingang Development Zone. Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat itu diwajibkan untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan setidaknya satu perusahaan otomotif Cina.

Jika terwujud, pabrik tersebut akan menjadi fasilitas perakitan pertama Tesla di Cina dan di luar Amerika Serikat. Saat ini, satu-satunya pabrik Tesla terletak di Fremont, California yang dibeli dari Toyota pada 2010 dengan membayar hanya 42 juta dollar AS (Rp558,6 miliar).

Tesla, saat dimintai konfirmasi mengenai informasi ini, tidak menjawab. Adapun Juru Bicara Lingang Development Zone tidak merespons sambungan telepon.

Membangun pabrik di Cina memang menjadi sebuah keharusan jika Tesla ingin mengembangkan diri secara maksimal di 'Negeri Tirai Bambu'. Pasalnya, dengan dukungan penuh dari pemerintah, Cina telah menyalip Amerika Serikat sejak 2015 sebagai pasar terbesar bagi mobil-mobil berteknologi ramah lingkungan, khususnya mobil listrik.

Pemerintah Cina menargetkan penjualan mobil-mobil Plug-in Hybrid serta mobil listrik meroket 10 kali lipat pada 10 tahun ke depan. Sudah ada lebih dari 200 korporasi, baik dari dalam dan luar negeri, yang menegaskan bakal ikut menyediakan mobil ramah lingkungan di pasar mereka.

Jika Tesla memiliki pabrik di Cina, mereka akan bisa lolos dari bea masuk 25 persen bagi mobil-mobil impor. Hal inilah yang membuat dua produk Tesla, Model S dan Model X, menjadi lebih mahal di pasar Cina jika dibandingkan dengan di 'kandang' Tesla.

Apalagi, pada Juli nanti, Tesla sudah mulai menjual mobil listrik murah mereka, Model 3.

baca juga

Meski dihadang pajak tinggi, pada tahun lalu, Tesla masih berhasil melambungkan pendapatan mereka tiga kali lipat menjadi 1 miliar dollar AS (Rp13,3 triliun) di Cina.

Strategi Tesla mempenetrasi pasar Cina, selain dengan membangun pabrik, adalah juga menggandeng korporasi teknologi lokal Tenchent Holding. Maret lalu, raksasa teknologi Cina itu sudah membeli 5 persen saham Tesla senilai 1,8 miliar dollar AS (Rp23,94 triliun).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aduh, Satu Orang Terbunuh dan Tiga Luka-luka di Acara Tesla

Aduh, Satu Orang Terbunuh dan Tiga Luka-luka di Acara Tesla

Otomotif | Sabtu, 10 Juni 2017 | 13:42 WIB

Penjualan Motor Listrik Gesits Akan Tiru Gaya Tesla

Penjualan Motor Listrik Gesits Akan Tiru Gaya Tesla

Otomotif | Kamis, 08 Juni 2017 | 14:45 WIB

Tesla Tunda Rencana Ekspansi Pasar India

Tesla Tunda Rencana Ekspansi Pasar India

Otomotif | Sabtu, 27 Mei 2017 | 12:06 WIB

Terkini

70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G

70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 05:50 WIB

5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju

5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:52 WIB

Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank

Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini

Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:19 WIB

AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang

AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:45 WIB

Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155

Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:25 WIB

Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?

Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:48 WIB

Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160

Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:30 WIB

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV

Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:25 WIB