Pemerintah Diminta Wajibkan Industri Produksi Mobil Hibrid

Arsito Hidayatullah

Selasa, 18 April 2017 | 03:29 WIB
Pemerintah Diminta Wajibkan Industri Produksi Mobil Hibrid
Honda Jazz bermesin hibrida. (Autocar)

Suara.com - Pemerintah diminta mewajibkan industri otomotif nasional untuk memproduksi mobil hibrid, termasuk di antaranya yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dan gas.

"Pangsa pasar untuk mobil hibrid listrik dan BBM sangat besar di Indonesia. Apalagi kalau menggunakan BBG, pasti penjualannya bisa meningkat pesat," ujar mantan Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Bambang Trisulo, di Jakarta, Senin (17/4/2017).

Melalui keterangan tertulis, Bambang menjelaskan, mobil hibrid menghasilkan emisi yang rendah sehingga lebih ramah lingkungan. Hal itu karena kendaraan hibrid didesain dengan teknologi yang mampu mengurangi substansi racun pada emisi buang.

"Untuk itu, pemerintah sebaiknya mempertimbangkan dampak-dampak positif yang dilahirkan teknologi hibrid. Karena hingga saat ini, belum ada alternatif teknologi lain yang siap pakai dan hemat bahan bakar seperti hibrid," kata dia.

Menurut Bambang, mobil jenis ini memang memiliki banyak kelebihan dibandingkan mobil konvensional. Di antaranya adalah tidak menimbulkan suara mesin berisik karena penggunaan motor elektrik yang memiliki akselerasi halus dan bertenaga, sehingga mampu menghadirkan respon yang instan dan kuat sejak kali pertama dinyalakan.

"Tak kalah penting, mobil tipe ini juga lebih ekonomis bahan bakar. Cocok untuk kondisi di Indonesia," ujar Bambang.

Namun, Bambang mengaku semua itu tergantung pada pemerintah, karena selain mengeluarkan kebijakan mandatori, pemerintah juga harus menyiapkan infrastruktur untuk kehadiran mobil hibrid BBG dan BBM.

Terkait kesiapan infrastruktur, Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja mengatakan, Menteri ESDM sudah menandatangani Peraturan Menteri terkait kewajiban penyediaan dan penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG).

"Tinggal menunggu nomor dari Kementerian Hukum dan HAM. Begitu dapat nomor, segera dipublikasikan," kata dia.

Wiratmaja menuturkan, Permen tersebut mengatur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diwajibkan menyediakan satu unit mesin pengisian (dispenser) BBG, dan setiap kendaraan dinas terutama yang berasal dari BUMN sektor energi untuk memakai BBG.

Dukungan agar pemerintah mewajibkan industri otomotif untuk memproduksi mobil hibrid BBM dan gas, juga disampaikan anggota Komisi VI DPR, Nyoman Dhamantra. Dia menilai bahwa mobil hibrid semacam itu sudah menjadi kebutuhan yang mendesak.

"Sudah saatnya kita memproduksi mobil-mobil hibrid yang menggunakan BBG ramah lingkungan dan murah harganya," katanya.

Untuk itu pula, pihaknya menurut Nyoman, mendukung kesiapan pemerintah dalam mempersiapkan infrastruktur, pengisian bahan bakar gas, terlebih dengan terbitnya Permen ESDM yang mewajibkan SPBU untuk menyediakan satu unit mesin pengisian (dispenser) BBG.

"Saya yakin, produsen mobil pasti sudah siap kalau diwajibkan memproduksi dan memasarkan mobil hibrid bahan bakar gas di Indonesia. Tapi kuncinya adalah kesiapan infrasruktur," tegas Nyoman. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Mobil Hibrida, Toyota Tunggu Kebijakan Pemerintah

Soal Mobil Hibrida, Toyota Tunggu Kebijakan Pemerintah

Otomotif | Jum'at, 07 April 2017 | 18:04 WIB

Ertiga Diesel Hybrid Transmisi Otomatis Bakal Segera Hadir

Ertiga Diesel Hybrid Transmisi Otomatis Bakal Segera Hadir

Otomotif | Kamis, 09 Februari 2017 | 10:01 WIB

Bikin Mobil Hibrida, Nissan Comot Teknologi PHEV Mitsubishi

Bikin Mobil Hibrida, Nissan Comot Teknologi PHEV Mitsubishi

Otomotif | Jum'at, 30 Desember 2016 | 16:04 WIB

Ferrari Hanya Akan Bikin Mobil Hibrida Mulai 2019

Ferrari Hanya Akan Bikin Mobil Hibrida Mulai 2019

Otomotif | Rabu, 09 November 2016 | 07:17 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×