Suara.com - Suzuki mengungkap strategi yang bakal mereka terapkan di Ertiga untuk menghadapi pesaing-pesaing di segmen low multi purpose vehicle (LMPV) yang makin ramai. Pabrikan ini membeberkan, Ertiga pasti akan mereka perbarui setiap tahun.
"Setiap tahun, kami akan ada penyegaran untuk Ertiga," kata Direktur Pemasaran PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Sahputra, pada Jumat (10/11/2017) kemarin di Jakarta. Ia berbicara seusai peluncuran SX4 S-Cross facelift.
Seperti diketahui, segmen LMPV di Tanah Air kedatangan dua pemain baru yaitu Wuling Confero serta Mitsubishi Xpander yang sama-sama diluncurkan pada Agustus kemarin. Duo ini berhadap-hadapan dengan model-model LMPV lain semisal Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio.
Donny, saat lanjut dihubungi Suara.com pada Sabtu (11/11/2017), mengakui bahwa Ertiga bakal tampil baru setiap tahun demi merespons kompetisi di pasar LMPV yang makin riuh pascamunculnya Confero plus Xpander. Stimulus produk bagi Ertiga saban tahun pun dianggap perlu agar konsumen tetap terayu membelinya.
"Ini (penyegaran Ertiga tiap tahun), kan buat impulse supaya produk tetap kompetiitif," tukasnya melalui pesan singkat via aplikasi Whatsapp.
Ia juga yakin, strategi peluncuran rutin tiap tahun ini tak membuat konsumen ragu membeli Ertiga. "Setiap perubahan tentu mewakili masanya. Tren, kan, tidak konstan," ujarnya.
Donny sendiri mengklaim bahwa Confero dan Xpander sebenarnya tak mengancam Ertiga maupun 'senior-seniornya' yang lain. Pasalnya, setelah mengamati selama dua bulan setelah kemunculan mereka, pasar LMPV bertambah besar alih-alih saling 'memakan'.
"Sesuai prediksi saya sebelumnya, ada dua alternatif yang mungkin terjadi (dengan kedatangan Confero dan Xpander) yaitu pasar tak berubah tapi akan 'makan' yang lain, atau pasar berkembang. Kejadiannya kemudian pasar berkembang. Kalau kita lihat, Penjualan Ertiga dan beberapa model di merek lain hampir sama, pasar yang berkembang," paparnya.
Hal ini, menurut Donny, antara lain karena dua pemain baru itu hadir di dua kelas konsumen LMPV yang berbeda sehingga pasar mengalami kontraksi.
Confero, dengan kisaran harga Rp128,8-162,9 on the road Jakarta, menyasar pembeli-pembeli LMPV di ceruk bawah. Adapun Xpander yang berbanderol on the road Jakarta Rp189,05-245,35 juta menggaet pembeli-pembeli LMPV kelas atas.
Konsumen-konsumen LMPV, yang sebagian besarnya merupakan pembeli mobil pertama, alhasil menjadi lebih banyak pilihan sesuai kondisi masing-masing yang memang sangat variatif.
"Kalau kita lihat data , sekitar 75 persen konsumen LMPV adalah pembeli mobil pertama. Mereka ini, kan, pertimbangan, mind mapping, dan preferensinya macam-macam," tukasnya.