Mengapa Busi Perlu Diganti Berkala ?

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan | Suara.com

Selasa, 04 Desember 2018 | 21:00 WIB
Mengapa Busi Perlu Diganti Berkala ?
Busi baru dan usang sebagai perbandingan [Shutterstock].

Suara.com - Saat pertama kali membeli kendaraan baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4), pastinya dilengkapi komponen yang masih baru. Selain itu tentunya memiliki kualitas dengan standar pabrikan.

Bekal ini tentu membuat pengguna sangat berhati-hati dalam menjaga dan merawat kendaraan mereka. Namun seiring berjalannya waktu, kendaraan yang kita gunakan pasti akan mengalami banyak perubahan baik pada komponen utama maupun pendukung.

Perubahan ini menimbulkan banyak gesekan yang berpotensi menyebabkan keausan dan kerusakan komponen dan pada akhirnya akan mengganggu performa tunggangan Anda.

Salah satu komponen yang bakal mengalami keausan dan kerusakan ini adalah busi.

Selama waktu pemakaian, mengutip laman NGK Busi, tentu pengendara akan merasakan bahwa kendaraan yang digunakan memiliki daya respon yang baik, efisiensi penggunaan bahan bakar stabil, serta mudah dalam melakukan start. Namun pada saat akumulasi penggunaan kendaraan dengan jarak tertentu, keuntungan ini tidak bisa Anda rasakan kembali.

Lalu apa yang  menyebabkan hal itu bisa terjadi?

Pada busi terdapat dua elektroda yang biasa disebut elektroda ground maupun elektroda pusat.

Elektroda ini memiliki celah atau gap yang sudah disesuaikan oleh standar mesin yang digunakan. Namun pada kondisi pemakaian tertentu, elektroda mengalami erosi atau kerusakan yang menjadikan gap lebih lebar.

Semisal gap standarnya 0,7 mm akan tetapi setelah digunakan menjadi 1,0 mm. Perluasan celah ini yang mengakibatkan deretan perubahan performa pada kendaraan kita, sehingga tunggangan R2 dan R4 tidak seperti baru kembali.

Efek dari perubahan celah ini akan mengakibatkan rentetan penurunan performa akibat busi yang tidak dijaga kondisinya. Jika sudah seperti ini, komponen pendukung busi lainnya akan merasakan hal yang sama, di antaranya adalah tutup busi, kabel pengapian, koil, bahkan sampai dengan baterai yang kita gunakan akan terjadi penurunan performa.

Sehingga kebutuhan transfer energi listrik yang awalnya (contoh : 1 Volt) terjadi kenaikan (contoh : 2 Volt) yang mengakibatkan kinerja dari komponen pendukung lainnya harus kerja extra maksimal untuk mensuplai kebutuhan busi tersebut. Jika sudah seperti ini yang dibutuhkan adalah mengganti komponen tersebut secara menyeluruh maupun sebagian.

Oleh karena itu sebelum hal itu terjadi maka ganti busi pada waktunya sangat dianjurkan untuk semua kendaraan, tidak perlu menunggu sampai kendaraan mogok.

Sementara waktu penggantiannya sendiri, bisa ditanyakan kepada autorized dealer di mana kendaraan R2 dan R4 dibeli, atau merujuk buku panduan manual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sedih, Pendapatan Tukang Ojek Menurun akibat Hujan

Sedih, Pendapatan Tukang Ojek Menurun akibat Hujan

Otomotif | Senin, 26 November 2018 | 05:00 WIB

Survei di Inggris: Siapa Paling Rawan Celaka di Jalan Raya ?

Survei di Inggris: Siapa Paling Rawan Celaka di Jalan Raya ?

Otomotif | Selasa, 20 November 2018 | 20:00 WIB

Sistem Pengereman ABS Mampu Tekan Angka Kecelakaan

Sistem Pengereman ABS Mampu Tekan Angka Kecelakaan

Otomotif | Sabtu, 03 November 2018 | 09:48 WIB

Terkini

7 Rekomendasi Motor Listrik Murah Tak Perlu Isi BBM Lagi, Harga Mulai Rp4 Jutaan

7 Rekomendasi Motor Listrik Murah Tak Perlu Isi BBM Lagi, Harga Mulai Rp4 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:48 WIB

Harga Bensin Tembus Rp 31 Ribu Per Liter Warga Eropa Ramai Berburu Mobil Listrik Bekas

Harga Bensin Tembus Rp 31 Ribu Per Liter Warga Eropa Ramai Berburu Mobil Listrik Bekas

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:18 WIB

5 Mobil Listrik dengan Pajak Termurah: Jadi Investasi Jangka Panjang

5 Mobil Listrik dengan Pajak Termurah: Jadi Investasi Jangka Panjang

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:13 WIB

7 Cara Menghemat BBM Mobil yang Efektif, Bisa Dicoba Mulai Hari Ini

7 Cara Menghemat BBM Mobil yang Efektif, Bisa Dicoba Mulai Hari Ini

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52 WIB

4 Rekomendasi Mobil Listrik Model Boxy, Nyaman untuk Keluarga

4 Rekomendasi Mobil Listrik Model Boxy, Nyaman untuk Keluarga

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:31 WIB

GWM Ora 03 Resmi Pamit Diduga Karena Masalah Harga

GWM Ora 03 Resmi Pamit Diduga Karena Masalah Harga

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:08 WIB

Matic Bekas atau Bebek Bekas, Mana Motor yang Lebih Awet untuk Jangka Panjang?

Matic Bekas atau Bebek Bekas, Mana Motor yang Lebih Awet untuk Jangka Panjang?

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:50 WIB

6 Komponen Motor yang Wajib Dicek Setelah Mudik, Jangan Diabaikan!

6 Komponen Motor yang Wajib Dicek Setelah Mudik, Jangan Diabaikan!

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:01 WIB

5 Motor Bekas Tangguh di Bawah Rp10 Juta untuk Perantau yang Mau Cari Kerja di Jakarta

5 Motor Bekas Tangguh di Bawah Rp10 Juta untuk Perantau yang Mau Cari Kerja di Jakarta

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:10 WIB

Lebih dari 2 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta Pada Arus Balik Mudik Lebaran 2026

Lebih dari 2 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta Pada Arus Balik Mudik Lebaran 2026

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:55 WIB