Tak Disangka: Pasar Mobil di Cina Alami Kemunduran

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 16 Januari 2019 | 06:50 WIB
Tak Disangka: Pasar Mobil di Cina Alami Kemunduran
Suasana lalu-lintas di Beijing, Ibu Kota Cina [Shutterstock].

Suara.com - Setelah lebih dari dua dekade, perdagangan kendaraan roda empat (R4) di Negeri Tirai Bambu mengalami kemunduran. Demikian diungkap oleh Asosiasi Produsen Otomotif Cina (CAAM) yang dikutip kantor berita Antara dari Reuters pada Senin (14/1/2019).

Pada Desember 2018, penjualan R4 di Cina turun 13 persen, kata CAAM, setelah sebelumnya secara beruntun susut selama enam bulan. Produk yang terjual adalah 28,1 juta unit, atau turun sebesar 2,8 persen dibandingkan 2017. Hal ini berkebalikan dengan harapan pemerintah Cina yang menggadang-gadang bahwa penjualan produk R4 tahunan akan naik sebesar tiga persen seperti ditetapkan di awal 2018.

Menurut Shi Jianhua, pejabat senior CAAM, pasar Cina berada dalam kondisi "masih menghadapi tekanan yang relatif besar dalam jangka pendek".

Diprediksi oleh CAAM bahwa kondisi lemahnya pasar R4 Cina akan bertahan pada 2019 dan angka penjualan akan tetap 28,1 juta unit, dan pemerintah melihat pertumbuhan ini berada di kisaran 0 - 2 persen.

Perusahaan otomotif yang paling terpukul dengan turunnya gairah pasar industri sektor ini adalah Ford, di mana mengalami penyusutan penjualan sampai 37 persen. Sementara Jaguar Land Rover (JLR) mengambil sikap berhati-hati dalam penjualan di Cina, mengingat dampak perang dagang antara Cina dengan Amerika Serikat.

Bahkan Geely, perusahaan otomotif paling sukses di Negeri Tirai Bambu yang meraup sukses penjualan lebih banyak sebesar 20 persen pada 2018 pun mengalami kemunduran. Pertumbuhannya lebih rendah 63 persen dibandingkan 2017. Pabrikan ini menyatakan penjualan mereka bakal flat pada 2019.

Akan tetapi, kondisi berlawanan terjadi pada Toyota. Di Cina, mereka mengalami kenaikan penjualan sebesar 14,3 persen, dengan permintaan terbesar adalah mobil mewah Lexus.

"Kita mesti mencermati ketidakpastian besar dalam ekonomi makro dan perang dagang yang terjadi pada pasar R4 di Cina pada 2018, kemungkinan akan terjadi lagi pada 2019," demikian Yale Zhang, kepala konsultan AutoForesight mewanti-wanti.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DFSK Glory 580 Terima Respon Positif di GIIAS 2018

DFSK Glory 580 Terima Respon Positif di GIIAS 2018

Otomotif | Rabu, 08 Agustus 2018 | 12:00 WIB

Lexus UX di GIIAS 2018, Tampil Perdana di Asia

Lexus UX di GIIAS 2018, Tampil Perdana di Asia

Otomotif | Kamis, 02 Agustus 2018 | 20:00 WIB

Wuling Mungkin Garap Confero Matik

Wuling Mungkin Garap Confero Matik

Otomotif | Rabu, 06 Juni 2018 | 19:00 WIB

Terkini

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×