Serukan Kebijakan Otomotif, Presiden Trump Bikin Jepang Bingung

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 24 Mei 2019 | 17:00 WIB
Serukan Kebijakan Otomotif, Presiden Trump  Bikin Jepang Bingung
Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. [Shutterstock]

Suara.com - Akio Toyoda, ketua Asosiasi Produsen Otomotif Jepang, pada Selasa (21/5/2019), mengaku kecewa setelah Presiden Amerika Serikat atau President of The United States (POTUS), Donald Trump menyebut beberapa kendaraan dan suku cadang yang diimpor dari Jepang telah mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.

POTUS, Donald Trump sebelumnya telah membicarakan aturan terkait produk otomotif yang akan masuk ke negerinya. Namun sayangnya, ia menunda pengumuman keputusan sampai enam bulan ke depan.

"Kami kecewa mendengar pesan yang menyatakan bahwa kontribusi dan investasi yang sudah dilakukan sejak lama di Amerika Serikat tidak disambut. Sebagai ketua, saya sangat sedih dengan keputusan ini," ujar Akio Toyoda, seperti dikutip dari Reuters.

Motiv, mobil kosep Yamaha.
Motiv, mobil konsep Yamaha dalam Tokyo Motor Show. Sebagai ilustrasi produk Jepang [Shutterstock].

Sebelumnya, Donald Trump pernah mengancam untuk mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap mobil impor. Langkah ini tentu saja membuat para produsen mobil terpaksa menaikkan harga produk mereka. Alhasil, mobil impor bakal kalah bersaing dengan produksi lokal.

Sejauh ini, Amerika Serikat memang menjadi pasar yang vital bagi merek-merek asal Jepang seperti Toyota, Nissan, Honda, serta produsen asal Jepang lainnya. Dan produk otomotif termasuk komponen adalah ekspor terbesar dari negeri Matahari Terbit ini.

Belakangan, beberapa merek besar telah mengumumkan akan melakukan investasi di Amerika Serikat sejak Donald Trump mulai menjabat pada Januari 2017. Hal ini memberikan tekanan terhadap industri nasional dalam membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warganya.

Toyota sendiri telah berjanji untuk berinvestasi hampir 13 miliar dolar Amerika Serikat antara 2017 dan 2021, agar bisa meningkatkan kapasitas produksi dan lapangan kerja. Jumlah ini termasuk investasi sebesar 1,6 miliar dolar Amerika Serikat bersama Mazda Motor Corporation dalam membangun pabrik perakitan di Alabama.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Motor Pengawal Donald Trump Tabrakan, Perhatian Malah Salfok

Motor Pengawal Donald Trump Tabrakan, Perhatian Malah Salfok

Otomotif | Jum'at, 17 Mei 2019 | 14:40 WIB

Delapan Organisasi Perdagangan Desak Donald Trump soal Tarif Otomotif

Delapan Organisasi Perdagangan Desak Donald Trump soal Tarif Otomotif

Otomotif | Selasa, 09 April 2019 | 11:10 WIB

Cegah Narkoba dari Meksiko, Donald Trump Ancam Pajak Impor 25 Persen

Cegah Narkoba dari Meksiko, Donald Trump Ancam Pajak Impor 25 Persen

Otomotif | Senin, 08 April 2019 | 10:00 WIB

Terkini

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:20 WIB

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 12:17 WIB

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:15 WIB

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

News | Senin, 14 September 2026 | 12:13 WIB

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 12:10 WIB

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

×