Terjebak Perang Dagang, Harley-Davidson Bakal Hengkang ke Eropa?

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 06 Juni 2019 | 20:00 WIB
Terjebak Perang Dagang, Harley-Davidson Bakal Hengkang ke Eropa?
Harley-Davidson Iron 1200 dibekali tenaga mesin Evolution 1200 V-Twin yang menghasilkan torsi 34 persen lebih besar dibandingkan mesin 883 Evolution. Sebagai ilustrasi produk Harley-Davidson [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Suara.com - CEO Harley-Davidson Matt Levatich mengatakan tengah mempertimbangkan rencana untuk membangun pabrik di Benua Eropa jika perang dagang tidak juga membaik.

Harley-Davidson FXDR 114, power cruiser yang menggabungkan kekuatan dari mesin Milwaukee-Eight 114 dengan penggunaan aluminium ringan dan komponen komposit  [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Harley-Davidson FXDR 114, power cruiser yang menggabungkan kekuatan dari mesin Milwaukee-Eight 114 dengan penggunaan aluminium ringan dan komponen komposit. Sebagai ilustrasi produk Harley-Davidson [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Berbicara di Squawk Alley CNBC, Matt Levatich mengakui tarif yang mahal membuat perusahaan sulit untuk mempertahankan harga jual.

"Sekitar 100 juta dolar Amerika Serikat (AS) per tahun adalah angka yang harus kami keluarkan untuk melindungi bisnis di Eropa," kata Matt Levatich, seperti dikutip dari MCN.

Ia menambahkan, biaya tinggi yang dikeluarkan sulit untuk membuat perusahaan bertahan. Terlebih saat ini Harley-Davidson siap memasarkan sepeda motor listrik LiveWire.

Posisi Harley-Davidson saat ini memang terjebak dalam perang dagang antara Eropa dan Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan kenaikan tarif impor hingga 31 persen. Bahkan perubahan politik dagang ini membuat tarif melonjak menjadi 56 persen dalam waktu dua tahun.

"Perusahaan di Amerika Serikat tidak ada pilihan selain mempertimbangkan pendekatan alternatif," tegas Matt Levatich.

Belakangan, beberapa merek besar otomotif bahkan telah berjanji untuk melakukan investasi di Amerika Serikat sejak Donald Trump mulai menjabat pada Januari 2017. Perang dagang memberikan tekanan terhadap para produsen dalam membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warganya.

Bahkan raksasa otomotif asal Jepang, Toyota telah berjanji untuk berinvestasi hampir 13 miliar dolar AS antara 2017 dan 2021, agar bisa meningkatkan kapasitas produksi dan lapangan kerja. Jumlah ini termasuk investasi sebesar 1,6 miliar dolar AS bersama Mazda Motor Corporation dalam membangun pabrik perakitan di Alabama, Amerika Serikat.

Namun di sisi lain, hal ini juga berdampak terhadap perusahaan asal Negeri Paman Sam yang harus membayar pajak tinggi saat akan mengekspor produknya ke negara lain.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2020, Harley-Davidson Produksi Motor Berkapasitas Kecil Untuk Pasar Asia

2020, Harley-Davidson Produksi Motor Berkapasitas Kecil Untuk Pasar Asia

Otomotif | Selasa, 28 Mei 2019 | 15:35 WIB

Bukan Pabrik Motor, Beginilah Awal Berdirinya Harley-Davidson

Bukan Pabrik Motor, Beginilah Awal Berdirinya Harley-Davidson

Otomotif | Selasa, 21 Mei 2019 | 12:09 WIB

Motor Pengawal Donald Trump Tabrakan, Perhatian Malah Salfok

Motor Pengawal Donald Trump Tabrakan, Perhatian Malah Salfok

Otomotif | Jum'at, 17 Mei 2019 | 14:40 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×