Array

Indonesia Produksi Mobil Listrik Mulai 2025, Bahan dari Negeri Sendiri

Sabtu, 22 Juni 2019 | 06:36 WIB
Indonesia Produksi Mobil Listrik Mulai 2025, Bahan dari Negeri Sendiri
Mobil peserta melaju saat mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) Tahun 2018 di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Rabu (28/11/2018). Kontes Mobil Hemat Energi dilaksanakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi itu melombakan mobil kreasi mahasiswa yang berasal dari 45 perguruan tinggi [ ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi]

Suara.com - Pada 2025, diharapkan bahwa Indonesia telah memiliki mobil listrik karya sendiri, dengan bahan baku baterai juga berasal dari dalam negeri. Inilah yang disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (ketiga dari kanan) meluncurkan prototipe mobil listrik garuda Universitas Negeri Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat malam (21/06/2019). [ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak]
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (ketiga dari kanan) meluncurkan prototipe mobil listrik garuda Universitas Negeri Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat malam (21/06/2019). [ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak]

Dikutip dari kantor berita Antara, Menristekdikti menghadiri Peluncuran Mobil Listrik dan Pagelaran Wayang Dies Natalis Universitas Negeri Yogyakarta  di Halaman Rektorat UNY, Jumat malam (21/6/2019). Usai acara, ia menyampaikan, "Harapannya di tahun 2025 Indonesia sudah mempunyai mobil listrik sendiri."

Menurut Mohamad Nasir, prototipe mobil listrik yang dibuat Tim Mobil Garuda FT UNY adalah upaya anak bangsa yang harus terus didukung dan dikembangkan, mengingat kendaraan bertenaga listrik merupakan mobil masa depan yang ramah lingkungan.

"Dalam hal ini, "green economy" harus kita kembangkan, hemat energi harus kita lakukan, dan menghindari polusi udara," papar Menristekdikti.

Produksi mobil listrik di Indonesia, menurutnya tinggal satu tahap lagi, yaitu berkolaborasi dengan sektor industri untuk menyiapkan kebutuhan suku cadang.

Kendati demikian, langkah menuju ke sana masih terkendala masalah baterai. Apalagi untuk total pembiayaan produksi mobil listrik, baterai memiliki porsi mencapai 30-35 persen.

"Ini yang masih cukup signifikan nilainya, sehingga riset di bidang baterai harus kita kembangkan terus," lanjut Menristekdikti.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku baterai, ia menyampaikan bahwa saat ini pemerintah telah menyiapkan kawasan industri terpadu yang memproduksi baterai mobil listrik. Yaitu berlokasi di Halmahera, Maluku dan Morowali, Sulawesi Tengah, dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2021-2022.

"Kalau nanti di Morowali dan di Halmahera sudah jadi, bahan baku dari situ, maka sudah ada baterai lokal dari Indonesia. Ini akan menghemat harga kendaraan mobil listrik," pungkasnya.

Baca Juga: Ultah Jokowi, Banyak Diunggah Potret Presiden Naik Motor dan Sepeda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI