Revitalisasi SMK, Disediakan Kelas Khusus Otomotif

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 04 Juli 2019 | 09:47 WIB
Revitalisasi SMK, Disediakan Kelas Khusus Otomotif
Ilustrasi pabrik mobil [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Suara.com - Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saat ini setidaknya ada 2.700 Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK yang telah bekerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Ilustrasi mesin mobil [Shutterstock].
Ilustrasi tugas mempelajari mesin mobil [Shutterstock].

Dikutip dari kantor berita Antara,  untuk periode 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan kerja sama DUDI di 1.330 sekolah dengan sertifikasi siswa SMK sebanyak 50.000 siswa, "teaching factory" 500 sekolah, dan penambahan ruang praktik siswa sebanyak 1.407 ruang.

Selain itu, peningkatan kompetensi dan pelatihan diberikan kepada 15.000 orang dan peningkatan kompetensi guru mata pelajaran pendukung vokasi sebanyak 3.279 orang.

Dalam kerja sama DUDI ini, pihak SMK menyelaraskan kebutuhan tenga kerja berketerampilan kepada industri yang membutuhkan. Antara lain kelas otomotif.

Purwosusilo, Kepala SMK Negeri 26 Jakarta yang memiliki program kerja sama DUDI menyatakan bahwa pembelajaran kelas industri di sekolahnya menerapkan kurikulum yang disesuaikan dengan industri. Untuk kelas otomotif, misalnya. Dipastikan sesuai permintaan dan standar industri otomotif.

Biasanya, lanjut Purwosusilo, sekolah menyodorkan skema pembelajaran di kelas itu kepada industri yang bersangkutan sebelum diaplikasikan dalam pembelajaran.

Senada, Ratiyono, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa SMK memang didorong untuk bekerja sama dengan industri untuk membuka kelas khusus.

"Hampir semua SMK di Jakarta, khususnya yang jurusan teknik sudah membuka kelas industri, seperti jurusan mesin, las, dan sebagainya," katanya.

Nama kelas industri di SMK, imbuh Ratiyono, biasanya disesuaikan dengan industri yang menjadi mitranya. Contohnya kelas Suzuki dan kelas Komatsu.

Dengan menjadikan industri sebagai mitran, maka tingkat keterserapan lulusan sekolah kejuruan atau SMK oleh industri semakin meningkat, sejalan dengan program revitalisasi SMK. Inilah yang disebut sebagai kelas "pesanan" industri untuk menggenjot keterserapan lulusan ke dunia kerja.

"Sekitar 70 persen lulusan sekolah kami sudah dipesan industri sebelum lulus. Mereka langsung mendapatkan surat keputusan (SK) kerja setelah lulus," tukas Purwosusilo, Kepala SMK Negeri 26 Jakarta.

Sementara 30 persen lulusan lainnya, tambahnya, harus melewati masa tunggu. Artinya, tenggat waktu di mana para siswa harus berkompetisi untuk masuk ke dunia kerja setelah lulus sekolah.

"Namun masa tunggunya tidak terlalu lama, paling satu sampai tiga bulan. Kalau yang 70 persen tadi waktu tunggunya nol bulan," imbuh Purwosusilo.

Sebagai catatan, SMK yang menerapkan pola pembelajaran selama empat tahun itu, setiap tahunnya menerima dan meluluskan rata-rata sekitar 355 siswa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tol Trans Jawa Dongkrak Industri Otomotif, Namun Ada Konsekuensinya

Tol Trans Jawa Dongkrak Industri Otomotif, Namun Ada Konsekuensinya

Otomotif | Selasa, 02 Juli 2019 | 10:30 WIB

Jumpa di KTT G20, Donald Trump dan Shinzo Abe Bicarakan Otomotif

Jumpa di KTT G20, Donald Trump dan Shinzo Abe Bicarakan Otomotif

Otomotif | Sabtu, 29 Juni 2019 | 10:00 WIB

Ke Indonesia, Presiden Mauricio Macri Kedapatan Masih Nyetir Sendiri!

Ke Indonesia, Presiden Mauricio Macri Kedapatan Masih Nyetir Sendiri!

Otomotif | Rabu, 26 Juni 2019 | 16:15 WIB

Terkini

6 Masalah Klasik Toyota Agya Bekas, Ketahui sebelum Membeli

6 Masalah Klasik Toyota Agya Bekas, Ketahui sebelum Membeli

Otomotif | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:31 WIB

Update Harga BBM SPBU Swasta Terbaru per Akhir Mei 2026, Shell hingga BP-AKR

Update Harga BBM SPBU Swasta Terbaru per Akhir Mei 2026, Shell hingga BP-AKR

Otomotif | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:27 WIB

Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik

Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:11 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:05 WIB

Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh

Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:33 WIB

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:30 WIB

Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang

Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:45 WIB

Legenda SUV Mitsubishi Pajero Siap Kembali Mengaspal pada 2026 Andalkan Sasis Triton

Legenda SUV Mitsubishi Pajero Siap Kembali Mengaspal pada 2026 Andalkan Sasis Triton

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:10 WIB

Teknologi Hybrid Jadi Solusi Perjalanan Irit Tanpa Repot Antre Charge

Teknologi Hybrid Jadi Solusi Perjalanan Irit Tanpa Repot Antre Charge

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:31 WIB

Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi

Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:42 WIB