Tol Trans Jawa Dongkrak Industri Otomotif, Namun Ada Konsekuensinya

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Selasa, 02 Juli 2019 | 10:30 WIB
Tol Trans Jawa Dongkrak Industri Otomotif, Namun Ada Konsekuensinya
Jalan tol Ngawi - Wilangan di Jawa Timur. Sebagai ilustrasi bagian Tol Trans Jawa [Dok Jasa Marga]

Suara.com - Tol Trans Jawa tak pelak menjadi primadona dalam mengantarkan anggota masyarakat, hasil bumi, serta seluruh kebutuhan pengangkutan di jalur seantero Pulau Jawa. Perannya dalam acara mudik dan balik Lebaran 2019 atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah juga seru. Berhasil menorehkan rekor dilintasi mobil pribadi dan sarana transportasi massal darat terbanyak sepanjang sejarah keberadaan jalur tol di Tanah Air.

Tol Trans Jawa. (Suara.com/Adam Iyasa)
Tol Trans Jawa [Suara.com/Adam Iyasa].

Akan tetapi, selain menjadi salah satu bukti kesuksesan proyek infrastruktur Presiden Joko Widodo dalam periode lima tahun kepemimpinannya, 2014-2019, bersama Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Namun wacana dampak di masa depan perlu dipikirkan. Bagaimanapun,  jalur tol sepanjang 965 km yang menghubungkan kota-kota besar di Jawa, utamanya Jakarta-Surabaya ini menghadirkan pula pengaruh emisi, polusi, serta daya dukung lingkungan.

Dikutip dari kantor berita Antara, Sonia Buftheim dari Researcher-toxic Program Officer BaliFokus/Nexus3 menyatakan bahwa polusi yang ditimbulkan dari akses tol Trans Jawa bukan saja berasal dari kendaraan bermotor, melainkan industri-industri yang akan bertumbuh di sepanjang jalur tol sebagai konsekuensi logis.

Keberadaan tol Trans Jawa, pasti akan memancing pertumbuhan pusat-pusat industri di daerah, seiring lancarnya akses transportasi.

Belum ada industri saja, demikian Sonia Buftheim mengatakan, masyarakat di kawasan yang dilalui jalur tol Trans Jawa sudah terkena dampak dari paparan emisi kendaraan bermotor.

Sementara Profesor Jan Sopaheluwakan, Pakar Kebumian Universitas Indonesia (UI) menyebutkan, bila pertumbuhan industri di sepanjang tol Trans Jawa tidak diperhitungkan secara cermat, juga mempengaruhi daya dukung lingkungan sekitar.

"Industri bagus-bagus saja. Akan tetapi, kalau pola pertumbuhannya masih seperti selama ini, hanya memindahkan pusat produksi dari luar ke sini, sama saja," tegasnya.

Jakarta-Cikampek, kata mantan peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu, bisa menjadi contoh nyata bagaimana pertumbuhan industri diiringi pemekaran kota tidak bisa terhindarkan.

Jan Sopaheluwakan memprediksi bahwa jalur Jakarta-Bandung-Bogor-Sukabumi akan menjadi suatu kawasan super megalopolis yang luar biasa besar, seiring tol Trans Jawa.

Jika tidak diperhitungkan, Pulau Jawa akan semakin menjadi emiten polusi, karbondioksida (CO2), demi kepentingan industri otomotif, real estate, konstruksi, dan semen.

Selama ini memang belum pernah ada yang meneliti dampak polusi seiring beroperasinya tol Trans Jawa, tetapi mestinya pemerintah sudah mengantisipasi.

Negara-negara lain, kata Koordinator Center for Environmental Disaster, Institute for Sustainabke Eart and Resource (ISER) UI itu, pun sudah mendorong transportasi yang "zero emission".

Sementara Indonesia, untuk dorongan menggunakan kendaraan yang bebas emisi saja belum terlihat, misalnya keseriusan menggarap proyek mobil listrik.

Tentu semua berharap, pembangunan di segala bidang di Tanah Air, tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup sehingga dampak polusi udara bisa dikurangi demi kelestarian hidup manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tol Trans Jawa Dinilai Mercedes-Benz Dorong Pemasaran

Tol Trans Jawa Dinilai Mercedes-Benz Dorong Pemasaran

Otomotif | Jum'at, 28 Juni 2019 | 09:42 WIB

Diperlukan: Pencatatan Polusi di Tol Trans Jawa

Diperlukan: Pencatatan Polusi di Tol Trans Jawa

Otomotif | Senin, 24 Juni 2019 | 10:00 WIB

Bukan Puncak Arus Balik Lebaran 2019, Ada Diskon Trans Jawa

Bukan Puncak Arus Balik Lebaran 2019, Ada Diskon Trans Jawa

Otomotif | Selasa, 11 Juni 2019 | 10:00 WIB

Terkini

Terpopuler: Mobil CVT Badak Jarang Putus Belt, Penjegal NMax dan PCX dari Suzuki

Terpopuler: Mobil CVT Badak Jarang Putus Belt, Penjegal NMax dan PCX dari Suzuki

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:02 WIB

Apa Keunggulan Suzuki Burgman 15 Dibanding PCX dan NMAX?

Apa Keunggulan Suzuki Burgman 15 Dibanding PCX dan NMAX?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:45 WIB

3 Alasan Honda Mengendurkan Target EV

3 Alasan Honda Mengendurkan Target EV

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:49 WIB

Ini Mobil CVT yang Transmisinya Bandel Belt Jarang Putus Menurut Mekanik, Harga Mulai 80 Jutaan

Ini Mobil CVT yang Transmisinya Bandel Belt Jarang Putus Menurut Mekanik, Harga Mulai 80 Jutaan

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB

Beda Posisi Riding Anti Pegal dan Selisih Rp2 Jutaan, Mending Pinang Vario 125 Street atau Standar?

Beda Posisi Riding Anti Pegal dan Selisih Rp2 Jutaan, Mending Pinang Vario 125 Street atau Standar?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:10 WIB

Rincian Harga Motor Matik Premium Honda Mei 2026: Vario Termurah hingga ADV Kasta Tertinggi

Rincian Harga Motor Matik Premium Honda Mei 2026: Vario Termurah hingga ADV Kasta Tertinggi

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:11 WIB

Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?

Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:31 WIB

Seberapa Kompetitif Suzuki Burgman 15 untuk Ladeni PCX dan Nmax? Begini Komparasinya

Seberapa Kompetitif Suzuki Burgman 15 untuk Ladeni PCX dan Nmax? Begini Komparasinya

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:48 WIB

Spesialis Jalan Jelek: X-Ride vs BeAT Street vs NEX Crossover Mending Mana?

Spesialis Jalan Jelek: X-Ride vs BeAT Street vs NEX Crossover Mending Mana?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:22 WIB

Nongol di Dealer, Honda Punya Penantang Yamaha X-Ride: Segini Harganya

Nongol di Dealer, Honda Punya Penantang Yamaha X-Ride: Segini Harganya

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 12:56 WIB