Bila Perpres Mobil Listrik Disahkan, Sebaiknya Bidang Ini Didahulukan

RR Ukirsari Manggalani

Minggu, 04 Agustus 2019 | 05:00 WIB
Bila Perpres Mobil Listrik Disahkan, Sebaiknya Bidang Ini Didahulukan
Bus listrik PT MAB dengan livery Transjakarta dipamerkan dalam arena Busworld South East Asia di Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/3/2019). [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]

Suara.com - Peraturan Presiden atau Perpres tentang kendaraan non emisi atau mobil listrik dinanti banyak pihak. Termasuk sebagai salah satu solusi mengatasi kualitas udara buruk di Ibu Kota Jakarta, yang semakin hari belum kunjung mereda.

Dikutip dari kantor berita Antara, Agus Pambagyo, seorang pengamat kebijakan publik berharap jika nantinya Perpres tentang kendaraan listrik telah disahkan, maka produksi transportasi publiklah yang terlebih dahulu diutamakan.

Nissan LEAF [Shutterstock]
Nissan LEAF [Shutterstock]

"Pandangan saya adalah lebih mengutamakan transportasi umum, sehingga banyak orang yang bisa menaikinya. Namun bila bisa berbarengan juga lebih baik," tukas Agus Pambagyo setelah jumpa pers menyoal penantian terhadap Perpres soal mobil listrik yang digelar di kantor Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Ia juga berharap bila Perpres soal kendaraan listrik ini sudah disahkan, maka aturan pemberian insentif juga bisa dipercepat, baik untuk kendaraan umum maupun pribadi.

Dan di sisi lain, juga mesti ditilik kesiapan penyediaan baterai untuk mobil listrik. Sebagaimana diketahui, saat ini telah dibangun pabrik baterai dbagi tunggangan bertenaga listrik di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain Agus Pambagyo, Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB menyatakan bahwa bila Perpres telah ditandatangani sebaiknya kendaraan umum maupun pribadi diproduksi secara bersamaan.

"Sebaiknya peraturan tidak usah dibagi, karena Pepres mencakup semuanya," tandas Ahmad Safrudin.

Alasannya, jika aturan itu diterapkan bersamaan untuk semua jenis kendaraan, maka pasar yang akan memilih mana layak dijadikan pilihan.

Lewat konferensi pers, KPBB merekomendasikan Perpres karena bisa dijadikan pemicu pelaksaan efisiensi energi dan penurunann emisi sektor transportasi.

baca juga

Sebagai catatan, KPBB adalah jaringan kerja antarlembaga masyarakat yang bersinergi mengadvokasikan penghapusan bensin bertimbal. Komite ini dideklarasikan di Jakarta pada 7 Oktober 1999 dan jaringan kerjanya dipelopori tiga organisasi non-pemerintah. Yaitu Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Lembaga Konsumen Hijau Indonesia (Lemkohi), serta dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta.

Sedangkan Presiden Jokowi, lewat Perpres mobil listrik ini berharap agar mobil listrik bisa mulai dikembangkan. Untuk mengarah kepada pengembangan mobil listrik tanpa polusi dan menggunakan bahan bakar non-fosil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hore, Jaguar Land Rover Siap Boyong Mobil Listrik ke Indonesia

Hore, Jaguar Land Rover Siap Boyong Mobil Listrik ke Indonesia

Otomotif | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 14:31 WIB

Bukan Sebatas Pasar, Indonesia Mesti Miliki Teknologi Mobil Listrik

Bukan Sebatas Pasar, Indonesia Mesti Miliki Teknologi Mobil Listrik

Otomotif | Kamis, 01 Agustus 2019 | 08:00 WIB

Menkeu: Tidak Ada Kendala, Termasuk Pengusaha Tak Setuju Perpres

Menkeu: Tidak Ada Kendala, Termasuk Pengusaha Tak Setuju Perpres

Otomotif | Rabu, 31 Juli 2019 | 13:10 WIB

Terkini

Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan

Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Mensos Gus Ipul Pastikan 15 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Perlinsos Digital

Mensos Gus Ipul Pastikan 15 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Perlinsos Digital

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Kejar Setoran hingga Ketiduran, Sopir BYD Atto 1 Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol

Kejar Setoran hingga Ketiduran, Sopir BYD Atto 1 Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Pramono Anung Respons Kritik Rumput JIS, Minta Jakpro Benahi Perawatan

Pramono Anung Respons Kritik Rumput JIS, Minta Jakpro Benahi Perawatan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:07 WIB

iQOO Neo 12 Siap Mengguncang Pasar, Layar 185 Hz dan Baterai 9.000 mAh Jadi Senjata Utama

iQOO Neo 12 Siap Mengguncang Pasar, Layar 185 Hz dan Baterai 9.000 mAh Jadi Senjata Utama

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Rekomendasi Motor Listrik Murah Jarak Tempuh Jauh untuk Harian: Cek Harga dan Kemampuannya

Rekomendasi Motor Listrik Murah Jarak Tempuh Jauh untuk Harian: Cek Harga dan Kemampuannya

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Rizky Ridho Keluhkan Rumput JIS, Jakpro Akui Kerataan Lapangan Masih Jadi PR

Rizky Ridho Keluhkan Rumput JIS, Jakpro Akui Kerataan Lapangan Masih Jadi PR

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:59 WIB

Kenapa Jerawat Punggung Bisa Muncul? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Jerawat Punggung Bisa Muncul? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:59 WIB

Aroma Salju dan Udara Pegunungan, Jadi Inspirasi Baru dalam Dunia Parfum

Aroma Salju dan Udara Pegunungan, Jadi Inspirasi Baru dalam Dunia Parfum

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Jelang Demo 28 Oktober, Komnas HAM Ingatkan Aparat Bertindak Humanis

Jelang Demo 28 Oktober, Komnas HAM Ingatkan Aparat Bertindak Humanis

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:56 WIB

×