Menkeu: Tidak Ada Kendala, Termasuk Pengusaha Tak Setuju Perpres

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 31 Juli 2019 | 13:10 WIB
Menkeu: Tidak Ada Kendala, Termasuk Pengusaha Tak Setuju Perpres
Menteri Keuangan Sri Mulyani berada di balik kemudi mobil listrik Toyota Prius PHV saat mengunjungi booth Toyota yang hadir di GIIAS 2019 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (24/07/2019) [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc].

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) bakal segera dirilis mengingat proposalnya sudah siap. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

Nissan Leaf
Nissan LEAF, salah satu contoh mobil listrik buatan Jepang [Shutterstock].

"Secepatnya ya, Perpresnya sudah selesai dan sudah disepakati tinggal menunggu tanda tangan Pak Presiden," begitu dipaparkan oleh Menkeu dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Sri Mulyani yang saat menghadiri seminar otomotif di GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS (24/7/2019) sempat menjajal Toyota Prius Plug-in Hybrid Vehicle (PHV) GR series menyebutkan bahwa dalam penerbitan Perpres mobil listrik tidak ada kendala. Termasuk isu adanya pengusaha yang tidak setuju dengan konsep yang telah disusun pemerintah.

"Enggak ada lah," begitu tandasnya.

Menkeu menyebutkan bahwa molornya penerbitan Perpres terkait mobil listrik yang seharusnya muncul Juli 2019 disebabkan adanya kendala teknis yang perlu dikoordinasikan dengan pemerintah terkait.

"Kemarin ada koordinasi sedikit tentang bagian sangat teknis, kecil tapi total policy frameworknya sudah disepakati," jelas Sri Mulyani Indrawati.

Menkeu menandaskan bahwa penerbitan kebijakan ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan investasi, terutama sektor otomotif, karena berhubungan dengan pembangunan infrastruktur jalan yang sedang gencar dilakukan.

Kondisi jaan raya di Indonesia yang semakin baik diprediksi akan turut meningkatkan permintaan otomotif dari masyarakat. Nah, peran pemerintah adalah mengarahkan masyarakat agar menggunakan sarana transportasi yang ramah lingkungan, seperti tingkat emisi rendah.

"Perpres dan PP ini muncul untuk mendukung mobil listrik baik dari sisi CO2 karena emisi yang semakin kecil maka semakin kecil juga PPN-nya serta meningkatkan kapasitas industri dalam negeri," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bila Memiliki Outlander PHEV, Berapa Daya Listrik Rumah Diperlukan?

Bila Memiliki Outlander PHEV, Berapa Daya Listrik Rumah Diperlukan?

Otomotif | Rabu, 31 Juli 2019 | 09:00 WIB

Target Produksi Mobil Listrik 2022 Bakal Didorong Perpres

Target Produksi Mobil Listrik 2022 Bakal Didorong Perpres

Otomotif | Rabu, 31 Juli 2019 | 08:00 WIB

GAIKINDO: Paket Kebijakan Pemerintah Sesuai Kebutuhan Industri Otomotif

GAIKINDO: Paket Kebijakan Pemerintah Sesuai Kebutuhan Industri Otomotif

Otomotif | Selasa, 30 Juli 2019 | 16:30 WIB

Terkini

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

×