Perluasan Ganjil Genap, Pengguna Mobil Berikan Dukungannya

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 08 Agustus 2019 | 09:34 WIB
Perluasan Ganjil Genap, Pengguna Mobil Berikan Dukungannya
Polisi memberhentikan mobil berpelat genap yang melintas pada tanggal ganjil di kawasan Pancoran, Jl MT Haryono, jakarta, saat berlangsung Asian Games 2018. Sebagai ilustrasi [Suara.com/Muhaimin A Untung].

Suara.com - Sosialisasi perluasan ganjil genap di jalan raya Ibu Kota Jakarta telah berlangsung sejak kemarin (7/8/2019). Dalam rangka memperbaiki kualitas udara, diberlakukannya aturan pemakaian kendaraan dengan rujukan pelat nomor ganjil atau genap selaras tanggal kini mencakup luasan area lebih besar lagi.

Ada 16 ruas jalan yang kini masuk ke dalam kelompok penerapan aturan ganjil genap. Dan beragam tanggapan dari para pengguna bisa dijumpai, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.

Foto Presiden Joko Widodo membuat heboh saat menumpang KRL. (Dok. istimewa)
Foto Presiden Joko Widodo membuat heboh saat menumpang KRL.  Sebagai ilustrasi penggunaan sarana transportasi publik [Dok. Istimewa].

Seorang warga Tanjung Barat, Jakarta Selatan, bernama Susan yang hari ini menyetir mobil berpelat nomor genap menyatakan dukungannya atas aturan yang didasarkan pada Instruksi Gubernur atau Ingub Nomor 16/2019 ini.

Susan menyebutkan bahwa ia menggunakan mobilnya saat penanggalan menunjukkan tanggal genap, sementara di saat tanggal ganjil ia memilih moda transportasi massal kereta listrik atau KRL atau ojek online (ojol) menuju tempatnya bekerja di Pasar Baru, Jakarta Pusat.

"Bisa pula saat pelat ganjil saya nebeng. Karena kalau ditilang lumayan dendanya. Kalau tanggal genap ya bawa mobil lagi," tukasnya sembari menyatakan harapan bahwa dengan diberlakukannya perluasan sistem ganjil genap nantinya kualitas udara semakin baik, dan kemacetan bisa menurun secara signifikan.

"Dahulu saat berlangsung Asian Games diterapkan ganjil genap, kalau dilihat manfaatnya ok juga, mengatasi kemacetan juga, jalur utama jadi lumayan longgar, tidak semacet kalau ganjil genap tidak diberlakukan. Semoga saja udara jadi lebih baik kualitasnya. Namun efeknya di kawasan pinggiran lebih padat, macet pasti. Ganjil genap sebenarnya bagus, asalkan moda transportasi massa juga tersedia. Kalau transportasi massa sudah memadai, saya mendukung," tambahnya.

Senada adalah Ebe, pengguna mobil yang setiap hari melewati Jalan Gajah Mada. Ia menyatakan, sistem ini perlu dicoba diterapkan untuk melihat keefektifannya dalam mengurangi polusi udara.

"Saya mendukung saja, segala hal dalam bentuk mengurangi kemacetan dan memperbaiki polusi udara. Nanti kan diuji coba dulu, baru kelihatan efektif atau tidak sistem itu," ujarnya.

"Kebetulan pelat nomor saya ganjil, jadi nanti kalau tanggal genap akan ke kantor naik Transjakarta atau ojek online," imbuh Ebe.

baca juga

Dia menilai, saat ini, alat transportasi massal yang ada di Jakarta cukup memuaskan. Ia berharap ke depannya pemerintah terus meningkatkan kualitas alat transposrtasi massal yang ada di Ibu Kota, serta menambahkan jumlahnya. Sehingga tidak terjadi kondisi berdesakan di jam-jam sibuk.

Sebagai catatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan 16 ruas jalan perluasan kebijakan ganjil genap. Sosialisasi dimulai 7 Agustus - 8 September 2019, sedangkan uji coba pada 12 Agustus - 6 September, sedangkan implementasi dan penegakan hukum akan dimulai pada 9 September 2019 dan seterusnya.

Adapun daftar ruas jalan baru untuk perluasan aturan ganjil genap meliputi: Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim. Kemudian Jalan Fatmawati mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan Jalan TB Simatupang. Dan Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya dan Jalan Gunung Sahari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kata Pengamat: Rencana Pembatasan Mobil Perlu Ditinjau Kembali

Kata Pengamat: Rencana Pembatasan Mobil Perlu Ditinjau Kembali

Otomotif | Rabu, 07 Agustus 2019 | 17:45 WIB

Akhirnya ... Wacana Ganjil Genap Bagi Motor Gugur Sudah!

Akhirnya ... Wacana Ganjil Genap Bagi Motor Gugur Sudah!

Otomotif | Rabu, 07 Agustus 2019 | 16:36 WIB

Aturan Ganjil Genap Adalah Solusi Sementara, Begitu Kata Pakar

Aturan Ganjil Genap Adalah Solusi Sementara, Begitu Kata Pakar

Otomotif | Rabu, 07 Agustus 2019 | 13:30 WIB

Terkini

Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman

Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:11 WIB

Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan

Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:10 WIB

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:01 WIB

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel

Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:49 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:37 WIB

5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok

5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:09 WIB

×