Teken Perpres, Jokowi Berharap Harga Mobil Listrik Lebih Murah

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 08 Agustus 2019 | 12:24 WIB
Teken Perpres, Jokowi Berharap Harga Mobil Listrik Lebih Murah
Presiden Joko Widodo (Jokowi) [Suara.com/Umay Saleh]

Suara.com - Presiden NKRI Joko Widodo atau Jokowi berharap adanya Perpres Mobil Listrik bisa membuat harga mobil listrik di Indonesia lebih kompetitif. Sehingga muaranya adalah mendorong percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik.

"Jadi, membangun sebuah industri seperti ini tidak mungkin memakan waktu satu, dua, atau tiga tahun. Pasti akan melihat pasar. Membuatnya bisa, yang beli ada? Karena mobil listrik sekarang hampir 40 persen harganya lebih mahal dari mobil biasa," ujar Presiden Joko Widodo usai meresmikan gedung baru Sekretariat ASEAN, di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Dan dalam kesempatan ini media sekaligus menanyakan apakah Perpres telah ditandatangani serta mendapatkan jawaban bahwa peraturan presiden tentang mobil listrik itu telah diteken oleh Presiden NKRI Joko Widodo pada Senin (5/8/2019).

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (ketiga dari kanan) meluncurkan prototipe mobil listrik garuda Universitas Negeri Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat malam (21/06/2019). [ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak]
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (ketiga dari kanan) meluncurkan prototipe mobil listrik garuda Universitas Negeri Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat malam (21/06/2019).  Sebagai ilustrasi mobil listrik buatan mahasiswa Indonesia [ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak]

Lebih lanjut, Jokowi berharap, dengan ditemukannya bahan baterai yang ada di Indonesia kemungkinan harga mobil listrik bisa ditekan lebih murah atau mungkin bisa sama dengan produk-produk konvensional.

"Nah itu baru, kita akan melihat mobil listrik berseliweran di seluruh kota di Indonesia," katanya.

Dalam Perpres mobil listrik, pemerintah akan memberi insentif dari PPnBM untuk kendaraan bertenaga listrik berdasarkan tingkat kadar emisi. Nilai insentifnya, apabila full electric atau fuel cell yang emisinya 0, (maka) PPnBm-nya 0.

Sementara soal TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri, aturan mewajibkan produsen mobil listrik menggunakan minimal 35 persen komponen yang diproduksi di dalam negeri.

Akan tetapi, pabrikan akan diberikan kesempatan untuk mengimpor kendaraan berbasis listrik dalam bentuk Completely Build Up (CBU) pada tahap awal. Dalam waktu tiga tahun setelahnya, TKDN 35 persen akan diwajibkan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Regulasi Kendaraan Listrik Belum Terbit, Toyota Tak Ambil Pusing

Regulasi Kendaraan Listrik Belum Terbit, Toyota Tak Ambil Pusing

Otomotif | Rabu, 07 Agustus 2019 | 09:35 WIB

Bila Listrik Padam Total, Apa yang Terjadi pada Mobil Listrik?

Bila Listrik Padam Total, Apa yang Terjadi pada Mobil Listrik?

Otomotif | Senin, 05 Agustus 2019 | 10:25 WIB

Hore, Jaguar Land Rover Siap Boyong Mobil Listrik ke Indonesia

Hore, Jaguar Land Rover Siap Boyong Mobil Listrik ke Indonesia

Otomotif | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 14:31 WIB

Terkini

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

PSW UGM Minta Pembalut Bebas PPN 11 Persen: Kebutuhan Sanitasi, Bukan Barang Mewah

PSW UGM Minta Pembalut Bebas PPN 11 Persen: Kebutuhan Sanitasi, Bukan Barang Mewah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:28 WIB

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:25 WIB

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:20 WIB

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:17 WIB

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:14 WIB

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:13 WIB

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:11 WIB

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:09 WIB

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:07 WIB

×