KPBB Mengimbau Pemprov DKI Jakarta Kurangi Polusi Dengan Cara Begini

RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 13 September 2019 | 12:10 WIB
KPBB Mengimbau Pemprov DKI Jakarta Kurangi Polusi Dengan Cara Begini
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Sehari lalu, Kamis siang (12/9) pukul 11.16 WIB, Ibu Kota Jakarta menduduki peringkat teratas dalam tingkat pencemaran udara di wilayah Asia Tenggara. Sementara di Asia, posisinya menempati tiga besar setelah Lahore di Pakistan dan Kabul di Afghanistan.

Dikutip dari kantor berita Antara, di hari itu  Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menggelar "Regional Workshop: Soot-free Urban Bus Fleet in Asia" di Jakarta serta memberikan imbauan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Di saat jeda acara, Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB menyatakan bahwa kendaraan operasional Pemprov DKI Jakarta harus beralih ke Bahan Bakar Gas (BBG) sesuai aturan yang berlaku.

"Sesuai mandat Perda, bahwa kendaraan operasional Pemda harus pakai bahan bakar gas," paparnya.

Pemprov DKI Jakarta sendiri, telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 14 Tahun 2007 tentang Penggunaan bahan bakar gas bagi angkutan umum dan kendaraan operasional pemerintah daerah.

Karena itu, Ahmad Safrudin menyayangkan kendaraan operasional pemerintah daerah Jakarta masih menggunakan mesin diesel yang berbahan bakar minyak. Menurutnya, Pergub Nomor 14 Tahun 2007 itu mesti dijalankan karena akan berdampak positif dalam upaya pengendalian pencemaran udara di Jakarta.

Dalam kesempatan berbeda, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyebutkan akan ada dua ribu bus listrik yang mulai diproduksi 2020 untuk mendukung upaya pemerintah menekan polusi udara.  Khususnya di kawasan Jakarta dan kota-kota sekitarnya.

"Sekarang bus listrik produk PT Mobil Anak Bangsa (MAB) sudah mulai diuji coba oleh PPD (Pengangkutan Penumpang Djakarta) dan mudah-mudahan mulai saat ini sampai tahun depan mereka sudah bisa menghasilkan," tambah Bambang Prihartono, Kepala BPTJ dalam diskusi dengan media di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

baca juga

Menurutnya, pengadaan bus listrik tadi salah satunya dilakukan oleh swasta yakni perusahaan otobus. Dan diharapkan sampai lima tahun mendatang sudah ada 41 ribu bus dan kendaraan angkutan umum berbahan bakar listrik.

Nantinya, bus listrik itu akan digunakan untuk kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bus Listrik Moeldoko Kantongi Laik Jalan, Harganya Capai 4,5 Miliar?

Bus Listrik Moeldoko Kantongi Laik Jalan, Harganya Capai 4,5 Miliar?

News | Jum'at, 13 September 2019 | 01:00 WIB

Berawal Kagumi Baterai, Mobil Listrik Moeldoko Siap Mengaspal di Indonesia

Berawal Kagumi Baterai, Mobil Listrik Moeldoko Siap Mengaspal di Indonesia

News | Kamis, 12 September 2019 | 20:27 WIB

Buat Kendaraan Bermotor Listrik, Mestinya Ditetapkan Satu Platform

Buat Kendaraan Bermotor Listrik, Mestinya Ditetapkan Satu Platform

Otomotif | Kamis, 12 September 2019 | 13:00 WIB

Terkini

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:41 WIB

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:30 WIB

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

×