Kena Pajak 3 Persen, Kemenperin Klaim Pasar LCGC Akan Terus Berkembang

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Selasa, 01 Oktober 2019 | 10:00 WIB
Kena Pajak 3 Persen, Kemenperin Klaim Pasar LCGC Akan Terus Berkembang
Sejumlah kendaraan berjenis Low Cost and Green Car (LCGC) tampak melintas di kawasan Jalan Gatot Subroto dan MH Thamrin, Jakarta [Suara.com/Kurniawan Mas'ud].

Suara.com - Keberlangsungan program mobil Low Cost and Green Car (LCGC) belakangan menjadi pertanyaan. Pasalnya pemerintah berencana mengenai pajak sebesar tiga persen terhadap program mobil murah ini.

Menanggapi hal perpajakan atas produk LCGC tadi, Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian mengklaim, LCGC masih akan terus berkembang. Terlebih respons pasar masih sangat baik sampai saat ini.

Datsun Go+ Panca, salah satu mobil di segmen LCGC yang berkapasitas tujuh penumpang (Suara.com/Liberty Jemadu).
Datsun Go+ Panca, salah satu mobil di segmen LCGC yang berkapasitas tujuh penumpang [Suara.com/Liberty Jemadu].

"Oh sudah, sudah pasti kemarin konsultasi. Justru kami ekspansi LCGC merupakan pengembangan dari KBH2 (Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau), dengan keberhasilan yang luar biasa. Pangsa pasarnya bisa sampai 23 persen, investasinya bisa sampai Rp 19 - 20 triliun," demikian kata Putu Juli Ardika saat berbincang di ajang Indonesia Modification Expo (IMX) 2019, di Jakarta, baru-baru ini.

Kemudian Putu Juli Ardika juga menjelaskan, bahwa tujuan program LCGC sebenarnya lebih ke efisiensi bahan bakar. Namun di luar itu, permintaan ekspor model ini juga meningkat.

"Sekarang mendorong ekspornya luar biasa dan fuel efficiency. Memang itu permintaan global," ujarnya.

Terakhir Putu Juli Ardika menegaskan, kenaikan pajak tidak akan berdampak terhadap permintaan pasar. Sebab hal itu sudah sangat diperhitungkan.

"Itu tidak akan pengaruh apa-apa, karena sebenarnya yang program LCGC ini atau program KBH2, itu ada faktor kenaikan pada inflasi dan sebagainya. Sekarang ini inflasinya dikurangi," tutup Putu Juli Ardika.

Seperti diketahui, Pemerintah berencana melakukan revisi terhadap tarif pajak otomotif atau kendaraan. Yang dikenakan bukan lagi berdasarkan besarnya kapasitas dari kubikasi mesin kendaraan atau biasa disebut sebagai "cc", namun kepada tinggi rendahnya nilai emisi.

Bila diterapkan, mobil LCGC yang sebelumnya tidak terkena PPnBM, akan kena pajak sebesar tiga (3) persen.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Rampung, Skema PPnBM Mobil Listrik Segera Disahkan

Sudah Rampung, Skema PPnBM Mobil Listrik Segera Disahkan

Otomotif | Rabu, 25 September 2019 | 22:16 WIB

Wah, Hotman Paris Sindir Pemilik Mobil Mewah Tunggak Pajak

Wah, Hotman Paris Sindir Pemilik Mobil Mewah Tunggak Pajak

Otomotif | Jum'at, 20 September 2019 | 11:30 WIB

LCGC Bakal Kena Pajak PPnBM, Toyota Tunggu Putusan Resmi

LCGC Bakal Kena Pajak PPnBM, Toyota Tunggu Putusan Resmi

Otomotif | Rabu, 18 September 2019 | 05:05 WIB

Terkini

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:41 WIB

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 20:23 WIB

×