Pabrik Tesla di China Siap Berproduksi, Namun ...

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 03 Oktober 2019 | 10:00 WIB
Pabrik Tesla di China Siap Berproduksi, Namun ...
Logo Tesla [Shutterstock]

Suara.com - Pabrik Tesla Incorporation yang dibangun di Shanghai, China berniat memulai produksi sekarang juga. Namun belum ada kejelasan kapan akan memenuhi target akhir tahun karena belum ada kepastian jumlah pesanan, ketersediaan tenaga kerja serta pemasok.

Dikutip dari Reuters, pabrik Tesla Incorporation dibangun di Negeri Tirai Bambu dengan tujuan untuk memangkas tarif impor yang diberlakukan pada mobil-mobil produksi Amerika Serikat, sekaligus meningkatkan penjualan Tesla sendiri di pasar otomotif terbesar dunia, China.

Tesla Model 3 dalam Paris Motor show 2018 [Shutterstock].
Tesla Model 3 di Paris Motor show 2018 [Shutterstock].

Jadwal produksi massal bagi pabrik ini sangatlah penting, agar bisa tercapai tingkat produksi total sebanyak 500 ribu unit mobil pada akhir 2019.

"Kami bertujuan untuk memulai produksi pada Oktober, akan tetapi volume produksi aktual tergantung pada banyak faktor. Seperti pesanan mobil yang kami terima, kinerja pekerja yang baru direkrut, rantai pasokan dan sebagainya," demikian jelas seorang sumber dari Tesla kepada Reuters, sembari menambahkan nilai investasi pabrik ini mencapai 2 miliar dolar Amerika Serikat.

"Belum jelas kapan kami bisa mencapai target seribu sampai dua ribu per minggu," kata sumber anonim ini.

Mulai beroperasi di tengah terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan China, penjualan mobil listrik Tesla mengalami penurunan pada Agustus 2019, dan kemungkinan akan tumbuh lebih lambat tahun ini menjadi 1,5 juta kendaraan. Dari prediksi sebelumnya sebesar 1,6 juta yang diungkap perusahaan riset LMC Automotive.

Namun disebutkan pula bahwa Tesla bernasib baik, dengan penjualan di China menanjak sampai 98 persen dalam tujuh bulan pertama tahun ini, berkat permintaan yang kuat untuk Tesla Model 3.

Sampai saat ini, Tesla masih mencari tenaga pakar bidang produksi baterai untuk ditempatkan di pabrik yang berlokasi di Shanghai. Pabriknya sendiri telah rampung digarap bagi fase pertama, dan bakal dibuat fase kedua dengan kapasitas 500 ribu unit untuk produksi tahunan, atau sekitar dua kali lipat dari kapasitas fase awal sebanyak 250 ribu kendaraan.

Turut dalam bagian kemitraan adalah Shanghai Construction Group, China Construction Industrial & Energy Engineering Group, State Grid, Power Construction Corporation of China, dan unit Minoyet Shanghai Baoye Shanghai.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produsen Otomotif Siap Investasi, Kemenperin Optimis Ekspor Melesat

Produsen Otomotif Siap Investasi, Kemenperin Optimis Ekspor Melesat

Otomotif | Selasa, 01 Oktober 2019 | 17:00 WIB

Resmi, Tesla Dinyatakan Bersalah Soal Ketenagakerjaan

Resmi, Tesla Dinyatakan Bersalah Soal Ketenagakerjaan

Otomotif | Senin, 30 September 2019 | 10:30 WIB

Asyik, Pabrik Perdana KBL Tesla di Shanghai Sudah Rampung

Asyik, Pabrik Perdana KBL Tesla di Shanghai Sudah Rampung

Otomotif | Sabtu, 28 September 2019 | 13:00 WIB

Terkini

Kerugian Karhutla Bisa Capai Ratusan Triliun, Pakar Ingatkan Dampaknya Berlangsung Puluhan Tahun

Kerugian Karhutla Bisa Capai Ratusan Triliun, Pakar Ingatkan Dampaknya Berlangsung Puluhan Tahun

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Kapolri dan Menkomdigi Bahas Kejahatan Digital, dari Judi Online hingga Pencurian Data

Kapolri dan Menkomdigi Bahas Kejahatan Digital, dari Judi Online hingga Pencurian Data

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Bagaimana Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup?

Bagaimana Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Singapura Bikin Undang-Undang Asap Kebakaran Hutan Lintas Batas, Mau Sikat Perusahaan Perusak Alam

Singapura Bikin Undang-Undang Asap Kebakaran Hutan Lintas Batas, Mau Sikat Perusahaan Perusak Alam

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Kabar Terbaru Kevin Diks Usai Absen karena Masalah Pribadi, Pelatih Gladbach Buka Suara

Kabar Terbaru Kevin Diks Usai Absen karena Masalah Pribadi, Pelatih Gladbach Buka Suara

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Lewat ASCOPE ke-51, Pertamina Tekankan Pentingnya Kolaborasi Energi di ASEAN

Lewat ASCOPE ke-51, Pertamina Tekankan Pentingnya Kolaborasi Energi di ASEAN

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01 WIB

×