Mitos atau Fakta: Isi BBM Malam Hari Bisa Lebih Banyak

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Mitos atau Fakta: Isi BBM Malam Hari Bisa Lebih Banyak
Penjualan bahan bakan minyak (BBM) di salah satu SPBU Kawasan Tanah Abang, Jakarta [ANTARA Foto].

Berikut adalah kesimpulan pengisian BBM yang melibatkan parameter panas matahari.

Suara.com - Rasanya tak sedikit dari pemilik kendaraan yang pernah mendengar "tips" tentang waktu paling tepat mengisi Bahan Bakar Minyak atau BBM. Yaitu dilakukan di SPBU saat malam hari, supaya mendapatkan volume bahan bakar yang lebih banyak. Dibanding melakukannya siang hari saat matahari bersinar terik.

Alasan utama mengapa muncul anggapan ini karena karakter bahan bakar yang lebih mudah menguap di siang hari. Apalagi jika cairan ini ditempatkan di dalam tangki berbahan logam, sehingga efek pemuaiannya pun bakal menjadi lebih cepat.

Namun benarkah anggapan ini?

Mengutip laman Suzuki Indonesia, secara prinsip yang namanya cairan, baik itu air atau bahan bakar, bisa terpengaruh oleh kondisi lingkungan sekitar.

Warga mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) kendaraannya di SPBU Cikini, Menteng, Jakarta, Senin (17/11/2014) malam, seiring pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Warga mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) kendaraannya di SPBU Cikini, Menteng, Jakarta, malam  [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Contoh sederhananya, air jika ditaruh di dalam lemari es akan menjadi dingin dan bisa pula menjadi beku. Jika dijemur di matahari maka bakal menjadi hangat dan jika panas terik bisa memuai.

Begitu juga bahan bakar kendaraan, seperti bensin, jika temperatur di lingkungan sekitar turun, maka ia akan ikut turun suhunya. Sebaliknya, jika temperaturnya tinggi akan ikut jadi hangat bahkan dalam keadaan panas terik kondisinya serupa cairan lain.

Satu liter bensin waktu suhu dingin dan satu liter bensin waktu suhu panas, jika ditimbang beratnya pasti akan tidak sama. Sudah pasti akan lebih berat bahan bakar yang suhunya lebih dingin.

Pertanyaan berikutnya, apakah perbedaannya jauh atau tidak?

Saat kita mengisi bensin di siang hari sama malam hari, contohnya di Jakarta, suhu siang bisa mencapai 32 derajat Celcius. Saat malam, kemungkinan hanya turun sedikit menjadi 30 derajat Celcius.

Perbedaan dua derajat ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada perubahan volume bahan bakar.

Jadi bisa disimpulkan, perbedaan berat dalam satuan ukuran isi liter bensin di siang hari dan malam hari, tidak terlalu berpengaruh kalau hanya membeli beberapa liter bensin saja. Perbedaan ini baru akan terlihat jika membeli bahan bakar dalam jumlah sangat banyak.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS