Suara.com - Disebutkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi atau Kemenristek bahwa pemerintah Indonesia bakal menjadikan penelitian serta inovasi di bidang otomotif dan kesehatan sebagai bagian prioritas riset nasional.
Dikutip dari kantor berita Antara, Bambang P.S Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) atau Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) di Surabaya, pada Senin (11/11/2019) menyatakan, bahwa inovasi bidang otomotif serta kesehatan akan diprioritaskan.
"Jika sudah masuk prioritas riset nasional maka akan ada alokasi anggaran untuk mendukungnya," demikian papar Menristek.
![Presiden Joko Widodo saat mengamati bagian mesin mobil listrik Ezzy II karya ITS. [Akun Twitter @jokowi/screenshot]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/12/20/90506-jokowi-dan-mobil-listrik-its.jpg)
Dengan demikian, pemerintah akan mulai mendorong serta melakukan konsultasi atau forum bersama sektor usaha. Karena, dunia usaha diharapkan bisa terjun langsung untuk melakukan perkembangan dua produk inovasi ini.
Tindak lanjut ke dunia usaha itu nantinya ditujukan bagi pengembangan mobil dan sepeda motor listrik, meliputi karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk inovasi otomotif. Serta karya Universitas Airlangga (Unair) dengan temuan di bidang medis yaitu stem cell dan kapsul cangkang dari rumput laut, untuk inpvasi kesehatan.
Kemenristek selama lima tahun ke depan akan fokus pada integrasi riset penelitian serta inovasi sehingga anggaran juga bisa difokuskan serta tidak terpecah-pecah.
"Jadi, pertama kita fokus ke integrasi riset penelitian dan inovasi dulu. Kalau fokusnya banyak, anggaran jadi terpecah atau kecil," jelas Bambang P.S Brodjonegoro.
Selain itu, pihaknya juga mendorong ekosistem yang benar-benar melahirkan inovasi untuk bangsa Indonesia. Tujuannya, negara kita mampu menjadi negara maju pada 2045 dan bisa bersaing di level internasional.
"Walaupun masih lama, kita harus mengubah berbagai konsep termasuk konsep ekonomi kita," imbuhnya.
Untuk konsep ekonomi masa depan, Indonesia harus mengubah sistem dari "efficiency-driven economy" atau ekonomi berbasis efisiensi ke "innovation-driven economy" atau ekonomi berbasis inovasi.