Biaya Pengembangan KBL Tinggi, Perusahaan Ini Pangkas Karyawan

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 27 November 2019 | 09:55 WIB
Biaya Pengembangan KBL Tinggi, Perusahaan Ini Pangkas Karyawan
Logo Audi [Shutterstock]

Suara.com - Berbicara masa depan, dengan berbagai Kendaraan Bermotor Listrik (KBL), mulai zaman now bahkan beberapa saat sebelumnya, banyak perusahaan otomotif telah melakukan ancang-ancang. Yaitu investasi untuk menggarap pasar KBL.

Mahalnya biaya pengembangan KBL ini, bahkan telah mendorong perusahaan otomotif bekerja sama atau menjalin kemitraan dengan manufaktur dari bidang sama, bahkan sampai lintas sektor. Seperti perusahaan IT.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9). [Suara.com/Arya Manggala]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9). [Suara.com/Arya Manggala]

Dan sebagai konsekuensi dari dibutuhkannya pendanaan atau biaya pengembangan KBL yang tinggi, maka terjadilah pemangkasan karyawan. Seperti yang terjadi pada Audi, Mereka mengumumkan rencana perusahaan untuk memangkas 9.500 karyawan di fasilitas produksi Jerman dalam lima tahun ke depan.

Produsen otomotif yang berpusat di Wolfsburg itu mengklaim, perusahaan bisa menghemat dana sebesar 6 miliar Euro untuk melakukan investasi teknologi mobil listrik yang saat ini sedang dikembangkan oleh mereka.

"Perusahaan harus menjadi ramping dan bugar untuk masa depan, yang berarti bahwa beberapa profil pekerjaan tidak lagi diperlukan dan yang baru akan dibuat. Itulah sebabnya Audi berinvestasi secara sistematis dalam langkah-langkah kualifikasi yang berorientasi masa depan untuk karyawan," demikian tulis Audi seperti dilansir dari Autocar, Rabu (27/11/2019).

Saat ini Audi mempekerjakan sekitar 62 ribu pekerja di negara asalnya, yang berarti sekitar 15 persen dari tenaga kerjanya akan hilang pada 2025. Namun perusahaan akan memperpanjang jaminan ketenagakerjaan untuk tenaga kerja inti hingga 2029.

Bahkan Audi mengklaim sistem pembagian keuntungan antara pekerja akan terus berlanjut. Untuk itu masih akan ada perekrutan untuk pekerjaan baru.

Selain itu, tingginya biaya yang harus dikeluarkan dalam pengembangan mobil listrik disebut turut menjadi alasan perusahaan untuk memangkas karyawan.

Sementara itu, awal bulan ini, saingan Audi, Daimler, juga mengumumkam hal yang sama dengan cara memangkas 10 persen karyawan di jajaran manajerial.

baca juga

Lantas dari Mercedes-Benz, disebutkan bahwa peluncuran produk elektrifikasi secara signifikan akan merusak keuntungan perusahaan hingga 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mitsubishi Resmikan Fasilitas Pengisian Baterai KBL Daya Cepat di Mall

Mitsubishi Resmikan Fasilitas Pengisian Baterai KBL Daya Cepat di Mall

Otomotif | Selasa, 26 November 2019 | 11:55 WIB

Motor Listrik Karya Anak Bangsa Siap Dipopulerkan di Sumatera Barat

Motor Listrik Karya Anak Bangsa Siap Dipopulerkan di Sumatera Barat

Otomotif | Senin, 25 November 2019 | 14:00 WIB

Untuk KBL, Menristek Dukung Pemakaian Baterai Lokal

Untuk KBL, Menristek Dukung Pemakaian Baterai Lokal

Otomotif | Sabtu, 23 November 2019 | 08:00 WIB

Terkini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 19:23 WIB

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sumsel | Sabtu, 07 November 2026 | 19:10 WIB

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

×