5 Hits Otomotif Pagi: Rijbewijs, Suzuki Hayabusa Mutakhir

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 17 Desember 2019 | 10:00 WIB
5 Hits Otomotif Pagi: Rijbewijs, Suzuki Hayabusa Mutakhir
Ilustrasi Suzuki Hayabusa [Shutterstock]

Suara.com - Pernah mendengar kakek atau kerabat zaman old berkata “rebuwes” atau SIM? Yang beliau maksudkan sebenarnya adalah rijbewijs. Tak lain adalah kartu izin membawa kendaraan bermotor. Ada alasan pula mengapa namanya surat padahal berbentuk kartu.

Kemudian, kabar seru datang dari India, tentang hadirnya Suzuki Hayabusa edisi terbatas. Didatangkan dalam kondisi terurai atau Completely Knock-Down (CKD), motor dengan nama melegenda ini tembus Rp 250 juta bila harganya dikonversi ke mata uang kita.

Lantas, tak lupa juga mari tundukkan kepala sejenak atas meninggalnya nenek Siti Aisah. Seorang pejalan kaki yang menyeberang di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WB (15/12/2019) bersama cucunya. Ia mengalami kecelakaan lalu lintas karena ditabrak satu unit Harley-Davidson dan kasusnya kini tengah ditangani Polresta Bogor Kota.

Kejadian ini adalah cermin bagi para pengguna jalan raya, termasuk dunia otomotif pada umumnya. Di mana kita semua berbagi ruang berjalan, mengemudi, berkendara, membonceng, dan semua aktivitas kendaraan bermotor. Jangan sampai ketidakwaspadaan pribadi merugikan orang lain. Bahkan hingga meminta nyawa.

Berikut adalah lima (5) berita paling hits dari kanal otomotif Suara.com, mulai pagi hingga tadi malam.

1. Ternyata Begini Wujud SIM di Zaman Penjajahan Belanda, Unik!

Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). (Foto: www.polri.go.id)
Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). (Foto: www.polri.go.id)

Mungkin banyak orang, terutama anak milenial yang kebingungan ketika orang-orang tua mengingatkan untuk bawa 'Rebuwes' ketika akan berkendara.

Rebuwes atau Rijbewijs adalah bahasa Belanda yang kurang lebih bisa diartikan sebagai surat izin mengemudi atau SIM di zaman itu.

Baca selengkapnya

baca juga

2. Mitsubishi Manfaatkan Baterai Bekas Outlander PHEV untuk Operasional Pabrik

Mitsubishi Outlander PHEV muncul dalam konvoi
Mitsubishi Outlander PHEV muncul dalam konvoi "Jakarta Langit Biru". [Dok PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia]

Limbah baterai kendaraan listrik terus menjadi perdebatan di tengah pesatnya perkembangan kendaraan ramah lingkungan. Pasalnya, limbah baterai dianggap menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan.

Menjawab persoalan tersebut, Mitsubishi justru akan memanfaatkan baterai bekas sebagai salah satu sumber tenaga operasional pabrik di Okazaki, Jepang.

Baca selengkapnya

3. Suzuki Hayabusa Edisi Terakhir Dibanderol Rp 272 Juta

Suzuki Hayabusa (Shutterstock)
Suzuki Hayabusa (Shutterstock)

Tersedia dalam jumlah terbatas, Suzuki India resmi menetapkan harga Hayabusa edisi terakhir dengan banderol Rs 13,75 lakh atau setara Rp 272 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produk Baru 2020: Buat Motor Kecil, Harley-Davidson Pakai Mesin Benelli?

Produk Baru 2020: Buat Motor Kecil, Harley-Davidson Pakai Mesin Benelli?

Otomotif | Sabtu, 14 Desember 2019 | 09:00 WIB

Kelanjutan Start Now Project, Mitsubishi Siapkan KBL Bagi PMI

Kelanjutan Start Now Project, Mitsubishi Siapkan KBL Bagi PMI

Otomotif | Kamis, 12 Desember 2019 | 13:00 WIB

5 Best Otomotif Pagi: Tes Praktik E-Drives, Tak Punya Harley-Davidson

5 Best Otomotif Pagi: Tes Praktik E-Drives, Tak Punya Harley-Davidson

Otomotif | Rabu, 11 Desember 2019 | 06:00 WIB

Terkini

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

×