Turut Berkiprah dalam Mobil Swakemudi, Inilah Prosesor Buatan Toshiba

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 17 Desember 2019 | 19:00 WIB
Turut Berkiprah dalam Mobil Swakemudi, Inilah Prosesor Buatan Toshiba
Ilustrasi mobil swakemudi [Shutterstock].

Suara.com - Teknologi autopilot telah lama diaplikasikan untuk pesawat terbang. Kini, diaplikasikan pula untuk mobil swakemudi alias self-driving cars. Apalagi, berdasarkan statistik, autopilot lebih aman karena sebagian besar kecelakaan terjadi karena kesalahan manusia atau human error.

Dikutip dari kantor berita Antara, Tesla dan Google menerapkan teknologi autopilot pada mobil. Dengan relevansi kondisi lalu lintas di jalan raya yang semakin padat, ditambah tingkat kepatuhan pengemudi di jalan raya yang sangat rendah. Dengan auopilot, kondisi seperti demikian lebih apik ditangani. Meski dalam uji cobanya perlu diperhatikan lebih mendalam, karena beberapa saat lalu terjadi kesalahan fatal saat sebuah mobil swakemudi gagal mengenali objek pejalan kaki.

Mobil Otonom Waymo. (Autoblog)
Mobil Otonom Waymo. Sebagai ilustrasi [Autoblog].

Dengan perkembangan pembelajaran mesin atau machine learning, pengenalan gambar alias image recognition, serta kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence), menurut perusahaan teknologi Jepang Toshiba, keamanan mobil swakemudi menjadi sebuah keniscayaan.

Toshiba menyatakan, sistem self-driving cars membutuhkan pengenalan gambar tingkat tinggi (high-level image recognition) untuk melihat dan memahami lingkungannya, diikuti pengambilan keputusan, sehingga manusia tidak harus melakukannya.

Terkait dengan keamanan teknologi self-driving cars, pengenalan gambar dan deep learning dari AI adalah dua hal yang mutlak bagi masa depan teknologi ini. Dan Toshiba telah melakukan penelitian dasar dalam teknologi pengenalan gambar itu selama lebih dari setengah abad.

"Bagaimanapun bagusnya teknologi pengenalan gambar, tidak bisa menjadi bisnis yang berdiri sendiri. Sebuah bisnis dan sebuah produk akan berarti ketika Anda bisa menjadikannya sebagai sebuah prosesor," papar Ryuzo Okada, Manajer Senior Laboratorium Media AI, Pusat Penelitian & Pengembangan Perusahaan, Toshiba Corporation, dalam pernyataannya, Selasa (17/12/2019).

"Tidak mudah, dengan sumber daya kami yang terbatas pada saat itu bisa menciptakan sistem berkinerja tinggi yang juga membutuhkan konsumsi daya yang rendah," imbuh Takashi Miyamori, Manajer Umum Pusat Penelitian & Pengembangan Perangkat Elektronik & Penyimpanan di Toshiba.

Dan hasilnya kini, adalah prosesor Visconti, dengan versi terbaru Visconti™5, yang tidak hanya berkontribusi pada semua fungsi image recognition dan AI, namun mampu melakukannya dengan konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan prosesor konvensional yang ada saat ini.

Dengan munculnya prosesor untuk mobil swakemudi ini, diharapkan keberadaan tunggangan tanpa pengemudi mampu menciptakan efisiensi serta keselamatan wahana transportasi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Volkswagen Buka Peluang Kolaborasi Kembangkan Mobil Swakemudi

Volkswagen Buka Peluang Kolaborasi Kembangkan Mobil Swakemudi

Otomotif | Jum'at, 08 November 2019 | 15:20 WIB

Tokyo Motor Show 2019: Honda e Tampil Perdana

Tokyo Motor Show 2019: Honda e Tampil Perdana

Otomotif | Kamis, 24 Oktober 2019 | 14:00 WIB

Renault Siapkan Mobil Swakemudi untuk Layanan Bandara

Renault Siapkan Mobil Swakemudi untuk Layanan Bandara

Otomotif | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 09:00 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×