Banjir Jakarta 2020: Jalan Tol Ikut Tergenang, Begini Kata Pengamat

Sabtu, 04 Januari 2020 | 12:00 WIB
Banjir Jakarta 2020: Jalan Tol Ikut Tergenang, Begini Kata Pengamat
Warga mengamati banjir yang merendam Jalan Letjen S Parman dan tol dalam kota di Jakarta Barat, Rabu (1/1/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Suara.com - Gempuran banjir di wilayah Jabodetabek tak sebatas menggenangi berbagai kawasan perumahan dan jalan raya biasa. Ruas tol atau jalan bebas hambatan pun terkena imbas.

Dikutip dari kantor berita Antara, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan beberapa titik genangan di Jalan Tol regional Jabodetabekjabar, terhitung 2 Januari pukul 14.30 WIB, yang berakibat penutupan jalan tol.

Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). [Antara/Siswowidodo]
Suasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). [Antara/Siswowidodo]

 Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengatakan bahwa untuk Jalan Tol Jakarta-Tangerang, di Km 03+900 sampai Km 04+400 ke arah Tangerang maupun Jakarta terdapat genangan air setinggi 40-50 cm pada hari kejadian, atau bertepatan dengan New Year's Day dan sehari sesudahnya (2/1/2020).

Akibat genangan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memberlakukan kebijakan lawan arus atau contraflow di jalan tol mulai dari Cikarang Barat hingga Cibitung Kilometer 23+800 untuk mengurai kemacetan arah Jakarta. Diteruskan menutup sejumlah gerbang tol demi keamanan pengguna jalan. Gerbang tol yang ditutup di antaranya GT Cikarang Barat 4 arah Jakarta, GT Cibitung 1 dan 2, GT Cikarang Barat 5, GT Cikarang Timur arah Jakarta, GT Cibatu, GT Cikarang Utara arah Jakarta, serta GT Karawang Barat 2 arah Jakarta.

Kini saat banjir mulai berangsur surut dan beberapa ruas tol kembali bisa beroperasi, wacana dari pengamat transportasi Djoko Setijowarno bisa ditelaah.

Ia menyarankan agar pengelola jalan tol melakukan pemeliharaan saluran drainase tol disamping pemeliharaan rutin permukaan jalan tol.

"Alangkah baiknya pemeliharaan jalan tol tidak hanya dilakukan pada bagian permukaan, namun dilakukan pula pemeliharaan di bagian bawahnya atau bagian drainase," ujar Djoko Setijowarno saat dihubungi kantor berita Antara di Jakarta, pada Kamis (2/1/2020).

Dia juga menambahkan bahwa perencanaan dan pembangunan jalan, baik jalan tol maupun non-tol perlu dibarengi dengan perencanaan serta pembangunan saluran drainase.

"Jarang sekali di Indonesia pembangunan jalan diiringi dengan pembangunan drainase, kita tidak pernah berpikir jangka panjang. Jadi kalau membangun jalan sekalian juga membangun saluran pembuangan airnya, dan saluran drainase tadi harus dipelihara secara baik," pungkasnya.

Baca Juga: 5 Hits Otomotif Pagi: Motoran ke 10 Negara, Jeep Rubicon Kebanjiran

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI