Soal Penggunaan Jalan Raya, Raja Rama X Berikan Contoh Begini

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 16 Januari 2020 | 09:40 WIB
Soal Penggunaan Jalan Raya, Raja Rama X Berikan Contoh Begini
Mobil kerajaan yang mengantar Yang Mulia Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun di hari pengangkatannya sebagai Raja Rama X (4/5/2016) [Shutterstock].

Suara.com - Bangkok adalah salah satu kota dengan lalu lintas terpadat di dunia. Menurut perusahaan analisa jalan raya INRIX, yang berpusat di Amerika Serikat, ibu kota Thailand berada di posisi ke-11 dalam daftar Global Traffic Scorecard pada 2017. Tahun lalu, dalam Twitter berbahasa Thais, tagar #royalmotorcade menjadi salah satu subjek utama.

Dikutip dari kantor berita Antara, Thailand memiliki undang-undang keras menyangkut penghinaan terhadap raja, ratu, pewaris atau pengganti sementara pemimpin kerajaan. Siapa pun yang melanggar undang-undang ini menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Yang Mulia Raja Maha Vajiralongkorn bergelar Raja Rama X [Shutterstock].
Yang Mulia Raja Maha Vajiralongkorn bergelar Raja Rama X, di tengah  [Shutterstock].

Namun, Raja Thailand Maha Vajiralongkorn yang bergelar Raja Rama X telah memerintahkan kepolisian negerinya untuk tidak lagi menutup jalanan di Bangkok untuk iring-iringan kendaraan pengawalan kerajaan. Demikian diungkapkan oleh juru bicara pemerintah, Narumon Pinyosinwat.

Perintah ini dikeluarkan setelah ada kritik menyangkut iring-iringan kerajaan serta berbagai ketidaknyamanan lainnya, yang disuarakan warga Thailand secara online atau dalam jaringan alias daring, beberapa bulan terakhir.

Dengan demikian, nantinya kepolisian Thailand hanya akan menutup sebagian jalan untuk dilalui iring-iringan kerajaan, demikian tulis Narumon Pinyosinwat dalam laman Facebook.

Selain itu, ia juga mengunggah sebuah video yang menerangkan soal aturan baru royal motorcade atau pengiring kendaraan raja, dan membolehkan warga untuk menggunakan ruas di atas rute iring-iringan.

"Yang Mulia Raja merasa prihatin bahwa perjalanannya atau perjalanan keluarga kerajaan bisa mengganggu perjalanan masyarakat Thailand," demikian bunyi keterangan di video itu.

Sebuah contoh menarik dari perilaku berlalu lintas yang ditunjukkan oleh seorang kepala negara yang bergelar raja.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komponen KBL Jadi Senjata Utama Indonesia Bersaing di Tingkat Global

Komponen KBL Jadi Senjata Utama Indonesia Bersaing di Tingkat Global

Otomotif | Rabu, 27 November 2019 | 17:00 WIB

Usai Tabrakan, Inilah Andalan Terbaru Pangeran Philip

Usai Tabrakan, Inilah Andalan Terbaru Pangeran Philip

Otomotif | Sabtu, 19 Januari 2019 | 14:00 WIB

Jaguar Listrik di Pernikahan Pangeran Harry Bikin Gagal Fokus

Jaguar Listrik di Pernikahan Pangeran Harry Bikin Gagal Fokus

Otomotif | Selasa, 22 Mei 2018 | 03:50 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×