Harga Skutik Entry Level Makin Mahal, Honda: Ikuti Kenaikan UMR

Liberty Jemadu | Manuel Jeghesta Nainggolan
Harga Skutik Entry Level Makin Mahal, Honda: Ikuti Kenaikan UMR
Inilah skutik alias skuter matik yang berlabel Rp 17 jutaan [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Saat ini sudah hampir tidak ada lagi skutik yang berada di bawah harga Rp 15 juta.

Suara.com - Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya mengungkapkan alasan harga sepeda motor pada segmen entry level terus mengalamai peningkatan.

Menurut Thomas, kenaikan harga produk walaupun ada di segmen entry level didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya melihat kondisi kondisi ekonomi. Selain itu, faktor upah minimum regional (UMR) sebenarnya juga terus mengalami kenaikan.

"Secara (market) entry level juga harus dilihat juga, income kita kan semakin hari semakin baik sebenarnya," ujar Thomas, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kedua, lanjut Thomas, AHM juga terus melakukan berbagai efisiensi khususnya di sektor biaya dan layanan purnajual agar bisa melayani pasar motor entry level.

Baca Juga: Honda Beat 2020 Diperbarui, Apa Kabar Yamaha Mio?

"Pasarnya besar 30-40 persen. Jadi rata-rata masih stabil kalau dibanding tahun lalu bahkan kurang lebih selama dua tiga tahun terakhir," terang Thomas.

Seperti diketahui, produsen otomotif berlogo sayap mengepak ini memiliki Honda Beat untuk mengisi segmen entry level. Meski masuk kategori sepeda motor segmen bawah, namun harga skutik entry level tersebut tidak lagi bisa dibilang murah.

Honda Beat saat ini skutik penopang penjualan AHM tersebut dibanderol mulai dari Rp 16,4 juta sampai Rp 17,2 juta. Dengan demikian tidak ada lagi skutik yang berada di bawah harga Rp 15 juta.

Komentar