Duh, Mantan Bos Sebut Nissan Bakal Bernasib Begini Beberapa Tahun Lagi

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Duh, Mantan Bos Sebut Nissan Bakal Bernasib Begini Beberapa Tahun Lagi
Mantan pimpinan Nissan, Carlos Ghosn [AFP]

Carlos Ghosn, mantan pimpinan Nissan bicara begini kepada kritikus asal Jepang.

Suara.com - Mantan bos Nissan sekaligus aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn baru-baru ini membuat sebuah pernyataan yang mengejutkan. Yaitu, memprediksi bekas perusahaan yang sempat diselamatkan dari kebangkrutan serta dipimpinnya lebih dari 20 tahun akan gulung tikar dalam kurun dua sampai tiga tahun ke depan.

Hal ini dikemukakan mantan jaksa dan kritikus vokal terhadap sistem peradilan negara Jepang, Nobuo Gohara. Dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, ia memberikan informasi tentang percakapannya dengan Carlos Ghosn.

Nissan X-Trail yang tampil dalam Brussel Motor Show 2018 [Shutterstock].
Nissan X-Trail yang tampil dalam Brussel Motor Show 2018. Sebagai ilustrasi produk Nissan [Shutterstock].

"Dia mengatakan kepada saya, bahwa Nissan mungkin akan bangkrut dalam dua hingga tiga tahun mendatang," kata Nobuo Gohara,seperti dikutip dari Motor1.

Nobuo Gohara juga menambahkan bahwa lelaki asal Lebanon kelahiran Brasil yang disebutkan minggat dari Jepang dalam sebuah kotak audio itu tidak menjelaskan secara terperinci mengapa Nissan akan menghadapi masalah keuangan. Dan Azusa Momose, juru bicara Nissan, produsen mobil asal Jepang itu menolak berkomentar terkait pernyataan Carlos Ghosn.

Sebelumnya, sebuah laporan menyebutkan bahwa penangkapan Carlos Ghosn bisa menyebabkan perpecahan aliansi antara Renault dan Nissan.

Menurut informasi, para petinggi Nissan telah melakukan diskusi untuk melakukan pemisahan manufaktur antara kedua produsen. Informasi ini kemudian didukung dengan adanya perubahan besar dalam dewan direksi Nissan.

Nobuo Gohara dan Carlos Ghosn sebelumnya telah bertemu sebanyak lima kali sebelum pengusaha berpaspor Prancis itu melarikan diri dari Jepang. Bahkan keduanya melakukan pertemuan hanya dua hari sebelum Carlos Ghosn melarikan diri ke Lebanon.

"Nissan dan jaksa bekerja sama untuk membawa kasus pidana terhadap Carlos Ghosn," kata Nobuo Gohara.

Sebagaimana diketahui, Carlos Ghosn dikenai tuduhan memperkecil jumlah pendapatan dalam pelaporan keuangan, serta memasukkan tagihan kerugian bisnis pribadi dalam rekening Nissan. Ia ditangkap menjelang akhir 2018 serta menjalani proses peradilan kurun 2019. Dan sebelum tahun baru 2020 ia berhasil melarikan diri dari Jepang serta bertemu keluarga dan menggelar konferensi pers di Lebanon.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS