Produsen Otomotif Produksi Masker untuk Tangkis Wuhan Coronavirus

RR Ukirsari Manggalani
Produsen Otomotif Produksi Masker untuk Tangkis Wuhan Coronavirus
Masker N95. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Kebutuhan mendesak atas masker sebagai sarana protektor Wuhan Coronavirus dorong produsen otomotif "alih profesi".

Suara.com - Wabah Wuhan Coronavirus yang belum mereda dan tengah dicari solusinya hingga kini memiliki dampak supply and demand terhadap berbagai bidang kehidupan. Seperti kebutuhan masker pelindung hidung dan mulut yang terus meningkat secara global. Sementara di sisi lain, sektor otomotif menghentikan produksi mereka untuk sementara, karena rantai pasokan terhambat. Sehingga libur massal pun diberlakukan.

Saat ini, sebagaimana dikutip dari The Wall Street Journal, kebutuhan akan masker pelindung hidung dan mulut melonjak drastis. Baik dijual langsung ataupun online, yang biasanya dipasok secara global oleh produsen masker kenamaan seperti 3M dari Amerika Serikat, Unicharm asal Jepang, sampai Foshan Nanhai asal China. Pabrikan-pabrikan ini membuka lini produksi 24 jam sehari, serta bekerja tujuh hari seminggu, demi melayani kebutuhan yang disebabkan Wuhan Coronavirus atau 2019-nCoV.

Ilustrasi pabrik mobil. [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]
Ilustrasi pabrik mobil [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

"Permintaan melonjak 200 kali lipat dari biasanya, dengan harga mencapai 20 kali lebih mahal dibandingkan kondisi biasa, dan meliputi kebutuhan akan masker, respirator, ditambah peralatan pelindung medis lainnya," papar Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) pada Jumat (7/2/2020).

Untuk sektor otomotif, terjadi kondisi kebalikan dari pabrikan penyedia peranti pelindung pernapasan tadi. Mereka mengalami perpanjangan libur setelah Hari Raya Imlek atau Sinchia (25/1/2020) menyusul pecahnya wabah Wuhan Coronavirus. Rantai pasokan komponen rentan berhenti beroperasi, hingga larangan keluar kediaman atau lockdown serta karantina mandiri menjadi alasannya,

Kini, berbagai pabrikan otomotif dan teknologi bahu-membahu memberikan dukungan kepada para penyedia alat-alat pelindung pernapasan dengan memproduksi masker.

Contohnya China Petroleum & Chemical Corp, yang dikenal sebagai Sinopec, menyatakan kesiapan membangun 11 jalur produksi untuk mencetak masker. Senada yang akan dilakukan Shanghai Electric Group Corporation.

Sedangkan Foxconn Technology Group, bagian dari iPhone Apple Incorporation juga tengah menguji produksi masker di kota Shenzhen, China dan berharap mampu menghasilkan dua juta masker per hari.

Sementara dari sektor otomotif, perusahaan patungan lokal General Motors (GM) akan membuat 14 jalur produksi untuk menghasilkan setidaknya 1,7 juta masker per hari.

Dan akhir pekan kemarin (8/2/2020) perusahaan mobil asal Negeri Tirai Bambu yang memasok taksi bertenaga listrik murni atau Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) jenis Electric Vehicle (EV), yaitu BYD, siap memproduksi lima juta masker per hari dan 50 ribu botol desinfektan pada akhir Februari 2020.

Lantas Guangzhou Automobile Group menyebutkan tengah mempelajari kelayakan jalur produksi masker.

"Kami percaya, akan makin banyak kekuatan sosial bergabung dalam perang melawan epidemi dan bekerja sama untuk memenangkan pertempuran melawan wabah ini!" demikian ditulis oleh General Motors, bersama SAIC Motor Corporation dan Wuling Motors Holdings Limited di media sosial China, Wechat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS