Begini Cara Merawat Mobil PHEV Bila Lama Tidak Digunakan

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Begini Cara Merawat Mobil PHEV Bila Lama Tidak Digunakan
Mobil listrik hibrida Mitsubishi Outlander PHEV dalam pameran di Warsawa, Polandia [Shutterstock]

Mobil PHEV sebaiknya tidak diparkir di bawah sinar matahari langsung. Apakah lainnya sama atau berbeda dari mobil konvensional?

Suara.com - Sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia saat ini mulai memasarkan mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV sebagai kendaraan ramah lingkungan. Menarik diketahui adalah cara perawatannya.

Apakah cara perawatan mobil PHEV sama dengan mobil pada umumnya?

Terlebih lagi selama masa pandemi COVID-19, semua jenis mobil lebih banyak parkir  atau menghuni garasi.

Berikut ini, Boediarto, Head of After Sales & CS Operation Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) membagikan tips mengenai cara perawatan mobil bertenaga paduan baterai listrik dan bahan bakar minyak bumi atau dikenal sebagai PHEV, jika lama tidak digunakan.

Mobil Mistubishi Outlander PHEV dipajang dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (18/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Mitsubishi Outlander PHEV dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Tengah display pengisian ulang baterai [Suara.com/Arief Hermawan P]

Ia menyarankan sebaiknya hindari persentase baterai dalam kondisi rendah atau hampir habis. Meski begitu tidak direkomendasikan juga baterai dalam kondisi penuh saat mobil tidak digunakan dalam waktu lama.

"Sebaiknya dijaga agar persentase baterai berada di kondisi 40 persen sampai 60 persen, apalagi ketika mobil tidak digunakan dalam waktu lama,” ujar Boediarto, dikutip dari laman PT MMKSI.

Pemilik mobil pun harus tetap mengisi daya baterai atau bisa mengatur mode power supply. Untuk pengisian baterai, sebaiknya juga menggunakan arus rendah (home charging) saat mobil hanya dialokasikan untuk parkir lama.

Sementara penggunaan quick charging atau arus tinggi bisa diminimalkan. Apabila hanya bisa menggunakan quick charging, disarankan untuk menggunakan normal-charge setidaknya dua minggu sekali.

"Jika kondisi baterai menunjukkan baterai kosong, harus diisi dayanya sampai naik. Atau, mengisi daya dari tenaga mesin dengan mengatur mode power supply ke status 'READY' kemudian tunggu hingga mesin berhenti secara otomatis, selanjutnya matikan mode power supply dari sakelar motor listrik," jelas Boediarto.

Keuntungan lain dari mobil PHEV ini adalah ketika posisi baterai kosong, maka secara otomatis sistem manajemen baterai akan menyalakan mesin yang bekerja untuk mengisi baterai. Dengan begitu dapat mencegah kerusakan pada baterai. Pengaktifan mesin sebelum baterai kosong ini hanya bisa dilakukan selama kendaraan dalam kondisi hidup dan masih menyimpan bahan bakar di dalam tangki.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS