Perbatasan Antar Negara Bagian Australia Mempersulit Warga

ABC

ABC

Rabu, 12 Agustus 2020 | 06:36 WIB
Perbatasan Antar Negara Bagian Australia Mempersulit Warga
[ABC News Australia].

Premier Andrew mengatakan bila tidak ada kesepakatan, maka warga di kini berada di perbatasan mungkin harus kembali ke Melbourne dengan mengggunakan pesawat ke Sydney atau langsung ke Canberra.

Walau sudah ada pembicaraan antar Menteri Utama ACT dan NSW, kesepakatan belum lagi tercapai.

Ini menunjukkan betapa tingginya ketakutan dan kekhawatiran berbagai pihak di Australia mengenai penyebaran COVID-19 di daerah mereka masing-masing.

Pemerintah ACT semula menduga persetujuan sudah dicapai hari Sabtu, namun beberapa jam kemudian pemerintah NSW membatalkan kesepakatan yang ada.

Menurut Premier Barr, penyelesaian terbaik adalah agar warga diizinkan melakukan perjalanan tanpa henti dari perbatasan Victoria tanpa berhenti sama sekali.

"Saya kira lebih aman membawa mereka kembali ke ACT dan mereka kemudian menjalani karantina, daripada mereka kembali ke bandara Melbourne dan terbang ke Sydney, atau penerbangan langsung ke Canberra," katanya.

'Saya bingung dan stress'

Bagi beberapa warga, pilihan terbang dari Melbourne ke Canberra atau Sydney tidak bisa dilakukan, seperti yang dikatakan pasangan Anne Cahill Lambert dan suaminya Rod Lambert.

Rod Lambert adalah seorang dokter yang bekerja di Victoria selama empat bulan terakhir.

baca juga

Kontrak kerjanya berakhir minggu lalu, sehingga pasangan tersebut mengajukan permohonan untuk pulang ke Canberra dan sudah mendapat izin dari pemerintah ACT dan NSW.

Namun ketika sampai di perbatasan Victoria-NSW, Jumat kemarin, mereka mendapat pemberitahuan jika mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Setelah itu mereka mendapat kabar jika satu-satunya cara untuk kembali ke Canberra adalah naik pesawat ke Sydney. Mereka pun harus menjalani karantina selama dua minggu

"Tanpa mobil saya, tanpa anjing saya, dan tanpa semua barang yang sudah ada di mobil," kata Anne Lambert.

"Saya bingung dan stress tetapi juga semakin marah."

Anne Lambert juga bekerja di bidang kesehatan dan mengatakan "konyol" jika saat ini mereka dipaksa ke bandara di Melbourne, kota dengan konsentrasi kasus COVID-19 paling banyak di negara bagian Victoria.

"Saya tidak habis mengerti dengan saran kami harus ke Melbourne yang menjadi pusat penularan virus saat ini dan kemudian naik pesawat yang ruangan di dalamnya terbatas dan tertutup," kata Anne.

Melewati lima negara bagian untuk sampai ke tujuan Clare Smith dan suami beserta ketiga anak mereka harus menghabiskan waktu tiga minggu untuk bisa sampai ke Australia Barat dari Victoria.

Supplied

Kalau di masa normal hanya diperlukan perjalanan langsung dari satu negara bagian untuk pindah ke negara bagian lain, maka di masa pandemi ini keluarga Clare Smith harus melewati lima negara bagian untuk sampai ke tujuannya.

Clare sebelumnya tinggal di Torquay sekitar 104 km dari Melbourne, ibukota Victoria.

Demi pekerjaannya, ia harus pindah ke Kunnunurra di Australia Barat, yang terletak 3000 km dari ibukota Perth atau 800 km dari Darwin, ibukota Kawasan Australia Utara (NT).

Dalam keadaan normal dengan perjalanan darat, Clare hanya perlu melintasi satu atau dua negara bagian, yaitu Australia Selatan dan NT.

Namun karena pandemi COVID-19, keluarga Clare memerlukan waktu tiga minggu dan melewati lima negara bagian untuk sampai ke tujuan mereka.

Negara bagian yang harus mereka lewati adalah Victoria, New South Wales, Australia Selatan, NT dan akhirnya sampai di Australia Barat.

Padahal dalam keadaan normal perjalanan itu paling hanya memerlukan waktu 3 sampai 4 hari.

Bayangkan perjalanan selama 3 minggu itu harus dilakukannya bersama dengan tiga anaknya yang berusia 7, 6 dan 3 tahun.

Menceritakan pengalaman itu dalam tulisannya untuk ABC, Clare mempertanyakan koordinasi yang ada antar negara bagian.

"Yang jelas tiap negara bagian ini tidak peduli dan tidak tahu dengan warga dari negara bagian lain."

"Sistem yang ada di seluruh negeri ini sepertinya memang sengaja dibuat untuk gagal."

"Bagaimana sebuah negara, seperti Australia, begitu terpisah-pisah, dan beroperasi sendiri-sendiri di tengah pandemi global."

"Kita harusnya bekerja bersama-sama guna memastikan semua orang selamat," tulis Clare.

Menurutnya, tanpa ada koordinasi yang memadai, banyak warga bisa memanfaatkannya dengan alasan apapun, kemudian membahayakan keselamatan lebih banyak orang.

"Yang saya lihat adalah bila negara bagian tidak saling berbicara dan saling memperhatikan satu sama lain, maka warga akan bisa memanfaatkannya untuk kepentingan mereka, dan banyak yang sudah melakukan hal tersebut," tambah Clare.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Komnas HAM Soroti Lambatnya MBG di Perbatasan, Angka Stunting di Sanggau Justru Naik

Komnas HAM Soroti Lambatnya MBG di Perbatasan, Angka Stunting di Sanggau Justru Naik

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:38 WIB

Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia

Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 10:13 WIB

4 Pemain Australia yang Menang Lawan Turki Pernah Rasakan Kekalahan dari Timnas Indonesia U-23

4 Pemain Australia yang Menang Lawan Turki Pernah Rasakan Kekalahan dari Timnas Indonesia U-23

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 06:06 WIB

Cerita Anak Pengungsi yang Jadi Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia 2026

Cerita Anak Pengungsi yang Jadi Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:25 WIB

Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali

Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:26 WIB

Sebut Timnas Indonesia U-19 Curang, Media Vietnam Sindir Halus Kekalahan dari Australia

Sebut Timnas Indonesia U-19 Curang, Media Vietnam Sindir Halus Kekalahan dari Australia

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:46 WIB

Bek Australia Sesumbar, Singgung Minimnya Pengalaman Turki Jelang Duel Piala Dunia 2026

Bek Australia Sesumbar, Singgung Minimnya Pengalaman Turki Jelang Duel Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:46 WIB

Dominasi Tak Berbuah Final, Nova Arianto Bongkar Penyebab Timnas Indonesia U-19 Tersingkir dari AFF

Dominasi Tak Berbuah Final, Nova Arianto Bongkar Penyebab Timnas Indonesia U-19 Tersingkir dari AFF

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:36 WIB

Garuda Muda Tersingkir di Semifinal Piala AFF U-19 2026

Garuda Muda Tersingkir di Semifinal Piala AFF U-19 2026

Foto | Jum'at, 12 Juni 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Tren Pasang Bi-LED di Vario 125 Makin Ramai, Pakar Kelistrikan Jogja Wanti-wanti Hal Ini

Tren Pasang Bi-LED di Vario 125 Makin Ramai, Pakar Kelistrikan Jogja Wanti-wanti Hal Ini

Otomotif | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:14 WIB

Terpopuler: SPBU Swasta Sepi, Mobil Listrik Mitsubishi Bisa Gantikan Genset

Terpopuler: SPBU Swasta Sepi, Mobil Listrik Mitsubishi Bisa Gantikan Genset

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:00 WIB

Konsumen Toyota dan Lexus Jengah, Protokol Recall 270 Ribu Unit Mobil Jadi Sebabnya

Konsumen Toyota dan Lexus Jengah, Protokol Recall 270 Ribu Unit Mobil Jadi Sebabnya

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:00 WIB

4 Motor Brilian Suzuki yang Nggak Masuk Indonesia, padahal Bisa Bikin Kelas 150cc Bertekuk Lutut

4 Motor Brilian Suzuki yang Nggak Masuk Indonesia, padahal Bisa Bikin Kelas 150cc Bertekuk Lutut

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Daftar Harga Motor Matik Juni 2026 Setelah Alami Kenaikan Harga

Daftar Harga Motor Matik Juni 2026 Setelah Alami Kenaikan Harga

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:16 WIB

Nongol di Dealer, Mitsubishi Kenalkan Mobil Listrik dengan Harga Mirip BYD Atto 1

Nongol di Dealer, Mitsubishi Kenalkan Mobil Listrik dengan Harga Mirip BYD Atto 1

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:14 WIB

3 Mobil Mitsubishi Termurah tapi Belum Ketuaan: Mulai 90 Jutaan, Maticnya Jarang Masuk Bengkel

3 Mobil Mitsubishi Termurah tapi Belum Ketuaan: Mulai 90 Jutaan, Maticnya Jarang Masuk Bengkel

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:47 WIB

CVT Mitsubishi Xpander vs Toyota Veloz Lebih Awet Mana? Begini Kata Mekanik

CVT Mitsubishi Xpander vs Toyota Veloz Lebih Awet Mana? Begini Kata Mekanik

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:55 WIB

BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam

BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:54 WIB

Penasaran Sensasi Mobil Listrik Tanpa Charger? Nissan Gelar e-POWER Driving Experience di Yogyakarta

Penasaran Sensasi Mobil Listrik Tanpa Charger? Nissan Gelar e-POWER Driving Experience di Yogyakarta

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:46 WIB