Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan

Galih Prasetyo | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 10:21 WIB
Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan
Pemerintah Sri Lanka resmi membuka investigasi kasus pencurian dana sebesar 2,5 juta dollas AS atau setara Rp40 miliar dari sistem kementerian keuangan oleh hacker. [Istimewa]
  • Pemerintah Sri Lanka menyelidiki pencurian dana pembayaran utang negara senilai 2,5 juta dolar AS yang dilakukan hacker.
  • Peretas mengalihkan dana pembayaran utang ke Australia tersebut melalui manipulasi instruksi pembayaran berbasis email pada Januari lalu.
  • Pemerintah Sri Lanka menskors empat pejabat senior dan bekerja sama dengan otoritas internasional untuk melacak pelaku pencurian.

Suara.com - Pemerintah Sri Lanka resmi membuka investigasi kasus pencurian dana sebesar 2,5 juta dollas AS atau setara Rp40 miliar dari sistem kementerian keuangan oleh hacker.

Dana tersebut merupakan bagian dari pembayaran utang bilateral kepada Australia yang seharusnya sudah ditransfer.

Sekretaris Kementerian Keuangan Sri Lanka Harshana Suriyapperuma menyatakan bahwa dana sebenarnya telah dibayarkan, namun dialihkan oleh pelaku ke rekening lain.

“Meski pembayaran telah dilakukan, penjahat siber mengintervensi dan mengalihkan dana ke rekening berbeda dari tujuan semula,” ujarnya dilansir dari BBC.

Penyelidikan awal menunjukkan kemungkinan adanya manipulasi pada instruksi pembayaran berbasis email dalam proses pelunasan utang negara.

Warga Sri Langka menghadapi krisis berat negaranya [Foto: ANTARA]
Warga Sri Langka menghadapi krisis berat negaranya [Foto: ANTARA]

Aksi tersebut diduga terjadi pada Januari, namun baru terungkap setelah pihak Australia melaporkan belum menerima pembayaran.

Wakil Menteri Keuangan Anil Jayantha Fernando mengatakan kecurigaan meningkat saat peretas mencoba mengganggu pembayaran lain ke India.

Hal ini mengindikasikan adanya perubahan detail rekening secara ilegal dalam sistem.

Kasus ini pun membuat empat pejabat senior di kantor pengelolaan utang publik diskors.

Pemerintah juga menggandeng aparat penegak hukum internasional untuk melacak pelaku dan kemungkinan pemulihan dana.

Pihak berwenang kini menyelidiki kegagalan sistem pengawasan internal yang memungkinkan serangan tersebut terjadi.

Sementara itu, Komisaris Tinggi Australia di Kolombo, Matthew Duckworth, menyatakan pihaknya telah mengetahui adanya kejanggalan dalam pembayaran.

Kasus ini menjadi pukulan baru bagi Sri Lanka yang masih berupaya bangkit dari krisis ekonomi besar pada 2022.

Saat itu, negara ini gagal membayar utang luar negeri hingga 46 miliar dolar AS dan mengalami kelangkaan bahan pokok.

Duckworth menegaskan Australia bekerja sama dengan otoritas Sri Lanka dalam proses investigasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Terburu-buru Pungut PPN Tol, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kaji Dampak Daya Beli

Jangan Terburu-buru Pungut PPN Tol, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kaji Dampak Daya Beli

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:45 WIB

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:02 WIB

Hacker Bobol Data Rockstar dan Sebar Informasi GTA, Saham Take-Two Malah Meroket

Hacker Bobol Data Rockstar dan Sebar Informasi GTA, Saham Take-Two Malah Meroket

Tekno | Senin, 20 April 2026 | 14:14 WIB

Rockstar Games Umumkan Kebocoran Data Jelang Peluncuran GTA 6, Hacker Minta Bayaran

Rockstar Games Umumkan Kebocoran Data Jelang Peluncuran GTA 6, Hacker Minta Bayaran

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 16:17 WIB

Bantai Australia 4-0, Vietnam Raih Tempat Ketiga Piala AFF Futsal 2026

Bantai Australia 4-0, Vietnam Raih Tempat Ketiga Piala AFF Futsal 2026

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 20:14 WIB

Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi

Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 17:20 WIB

Terkini

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:59 WIB

Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV

Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:56 WIB

Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus

Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:50 WIB

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:46 WIB

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:42 WIB

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:40 WIB

AS Sebar Informasi Wajah Mojtaba Khamenei Terbakar hingga Sulit Bicara, Benarkah?

AS Sebar Informasi Wajah Mojtaba Khamenei Terbakar hingga Sulit Bicara, Benarkah?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:30 WIB

Rumitnya Hidup Warga Iran saat Perang: Ngumpet di Kamar Mandi Hingga Berburu Obat Anti Kecemasan

Rumitnya Hidup Warga Iran saat Perang: Ngumpet di Kamar Mandi Hingga Berburu Obat Anti Kecemasan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:30 WIB

Heboh Usulan Purbaya Pungut Tarif di Selat Malaka, Malaysia Singgung 'Titipan' AS

Heboh Usulan Purbaya Pungut Tarif di Selat Malaka, Malaysia Singgung 'Titipan' AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:21 WIB

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB