Pantang Agresif Saat Mengemudi, Berkendara Defensif Lebih Paten

RR Ukirsari Manggalani
Pantang Agresif Saat Mengemudi, Berkendara Defensif Lebih Paten
Ilustrasi mengemudi di jalan raya dengan waspada [Shutterstock].

Mayoritas kecelakaan terjadi di jalan raya disebabkan karena cara mengemudi agresif.

Suara.com - Pentingnya mengemudi secara antisipatif tanpa unsur emosional bisa turut menekan angka kecelakaan lalu lintas. Inilah tema acara IG Live NGOBROL ASIK yang digelar PT Astra Daihatsu Motor (ADM) bekerja sama dengan GT Radial. Yaitu tentang cara mengemudi defensif, yang digelar beberapa saat lalu.

"Acara ini adalah bentuk komitmen kami untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. Dalam tiga tahun terakhir ini, Daihatsu bekerja sama dengan GT Radial, tanpa henti memberikan edukasi tentang keselamatan berkendara," papar Elvina Afny, Customer Satisfaction & Value Chain Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Tampil sebagai narasumber adalah Sony Susmana, Senior Instructor dari SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia) yang mengajak pengguna jalan raya, termasuk Sahabat Daihatsu untuk berkendara secara defensif atau memilih cara mengemudi defensive driving.

Adapun pengertian defensive driving adalah perilaku mengemudi yang mengedepankan sisi proaktif. Artinya berpikir panjang, mencegah sebelum terjadi, dan melakukan antisipasi, sehingga potensi bahaya dapat dicegah dan dapat meminimalisir potensi kecelakaan.

Baca Juga: PSBB Total Jilid II, Karyawan Daihatsu Bekerja WFO dengan Pola Ini

Pengendara sepeda motor terlihat melintas di kawasan Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (7/11/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Kawasan Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat, Jakarta. Sebagai ilustrasi kepadatan jalan raya yang menuntut cara mengemudi tidak emosional [Suara.com/Kurniawan Mas'ud].

Cara mengemudi defensif ini penting, tutur Sony Susmana, karena mayoritas angka kecelakaan yang terjadi di jalan raya disebabkan akibat gaya mengemudi yang agresif.

Senada safety driving, secara prinsip defensive driving bertujuan meminimalkan risiko bahaya selagi berada di jalan raya, bersama para pengemudi lain sebagai pengguna bersama.

Sementara perilaku mengemudi secara agresif atau dikenal sebagai aggressive driving adalah tipe yang biasanya didominasi oleh green driver. Yaitu umumnya pengemudi berusia muda dengan jam terbang masih sedikit, emosi tidak stabil, dan sering show-off.

Ciri-ciri tipe green driver adalah ngebut dengan kecepatan yang tidak konsisten, melaju zig-zag tanpa memberikan lampu isyarat atau sign lamps, serta melakukan akselerasi dan deselerasi kasar.

Perilaku green driver ini tidak patut dicontoh dan pihak berwajib harus jeli dalam menertibkan pengemudi-pengemudi seperti itu, agar kondisi lalu lintas menjadi baik. Serta kelak tidak berkembang menjadi pengemudi yang memiliki kebiasaan aggresive driving.

Baca Juga: Usah Kaget Bila Ketemu Daihatsu Gran Max Berlogo Mazda, Ini Jawabnya

Dan berdasarkan statistik data kecelakaan di Indonesia, tipe pengemudi aggresive driver ini menjadi penyumbang kecelakaan tertinggi. Persentasenya mencapai 55 persen.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS