alexametrics

Tren Kendaraan Listrik Momentum Transformasi Industri Otomotif Indonesia

Liberty Jemadu
Tren Kendaraan Listrik Momentum Transformasi Industri Otomotif Indonesia
Mobil listrik Lexus UX 300e yang mengandalkan baterai Lithium Ion berkapasitas 54,3 kWh. [Dok Lexus Indonesia]

Menguasai 25 persen cadangan nikel dunia, Indonesia harus jadi bagian rantai pasok kendaraan listrik global.

Suara.com - Tren mobil listrik mulai datang dan Indonesia berada di waktu serta tempat yang tepat.

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, yang merupakan salah satu bahan baku pembuatan baterai untuk mobil listrik. Jumlahnya kurang lebih 21 juta ton atau 25% cadangan nikel dunia.

Investasi pun mulai berdatangan. Desember lalu pemerintah Indonesia telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, LG Energy Solution untuk investasi senilai Rp 130 triliun untuk penambangan bahan baku dan pembuatan sel baterai.

Untuk itu pemerintah harus bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan transformasi industri manufaktur. Momen ini juga perlu dijaga dan ditindaklanjuti dengan kebijakan yang memudahkan bisnis dan membuat Indonesia menjadi bagian dari Global Value Chain atau rantai pasok global, saat komponen produksi Indonesia digunakan di negara lain.

Baca Juga: BPPT Berambisi Bangun Motor Penggerak Kendaraan Listrik

Dampak positif industri mobil listrik

Investasi sel baterai merupakan bagian dari keinginan pemerintah membangun pusat industri mobil listrik di Indonesia.

Pemerintah berencana membuat Indonesia menjadi negara pertama dengan industri hulu sampai hilir untuk baterai mobil listrik. Jadi mulai dari penambangan bahan baku untuk baterai sampai ke pembuatan baterai mobil listrik itu terjadi di Indonesia.

Sebuah laporan menyatakan LG Energy Solution tengah menggarap kerja sama dengan Hyundai untuk menjadi pemasok utama baterai listrik untuk mobil buatan Hyundai.

Saat ini, Hyundai Motor sedang membangun pabrik mobil senilai Rp 21 triliun di kawasan Deltamas, Bekasi, Jawa Barat dengan kapasitas produksi hingga 250.000 mobil per tahun, termasuk kendaraan listrik.

Baca Juga: BL-SEV01, Sepeda Motor Listrik Karya Universitas Budi Luhur

Pabrik ini akan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2021 dan menjadi pabrik Hyundai terbesar di kawasan ASEAN.

Komentar