alexametrics

Mulai 2030, Volvo Hanya Akan Produksi Mobil Listrik

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Mulai 2030, Volvo Hanya Akan Produksi Mobil Listrik
Sebagai ilustrasi, produk Volvo bertenaga listrik, Volvo XC40 Recharge Electric EV [Volvo Cars].

Secara bertahap, produk berdapur pacu konvensional dan hybrid akan dikurangi Volvo. Puncaknya 2030.

Suara.com - Volvo mengumumkan jadwal penghentian produksi mesin pembakaran internal dan strategi bisnis baru di sektor mobil penumpang.

Produsen mobil asal Swedia yang kini saham terbesarnya dimiliki Geely dari China ini memasang target untuk menjadi pemimpin di pasar mobil listrik premium. Karena itu, produk Volvo mulai 2030 akan sepenuhnya bertenaga listrik.

Sementara mesin pembakaran internal akan sepenuhnya dihentikan pada tahun yang sama, termasuk hibrida dan plug-in hibrida.

"Tidak ada masa depan jangka panjang untuk mobil dengan mesin pembakaran internal," papar Henrik Green, Chief Technology Officer Volvo, seperti dikutip dari Autoevolution.

Baca Juga: Pakai Kaca Film Tepat, Bisa Efektif Turunkan Suhu di Dalam Mobil

Bus listrik swakemudi Volvo AB 7300 menjalani uji coba di kampus NTU, Singapura, Selasa (5/3/2019). [AFP/Roslan Rahman]
Selain memproduksi passenger car bertenaga listrik, Volvo juga membuat bus listrik swakemudi. InilahVolvo AB 7300 menjalani uji coba di kampus NTU, Singapura, 2019. Sebagai ilustrasi [AFP/Roslan Rahman]

Ia menambahkan, pihaknya sangat berkomitmen untuk menjadi pembuat mobil khusus listrik dan transisi harus dilakukan pada 2030.

Hal ini memungkinkan Volvo untuk memenuhi harapan pelanggan menjadi bagian dari solusi untuk memerangi perubahan iklim. Selain itu, semua penjualan mobil listrik Volvo akan dilakukan secara online.

Perusahaan mentargetkan 50 persen dari portofolio global mereka terdiri dari mobil listrik pada 2025, dengan separuh lainnya adalah hibrida atau plug-in hibrida.

Komentar