alexametrics

NHTSA dan Toyota Mempelajari Kasus RAV4 Terbakar

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
NHTSA dan Toyota Mempelajari Kasus RAV4 Terbakar
Toyota RAV4 lansiran 2014, sebagai ilustrasi [suara.com/Kurniawan Mas'ud].

Beberapa kasus terjadi atas crossover terlaris Amerika Serikat ini, mengarah pada kebakaran dapur pacu.

Suara.com - Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat membuka penyelidikan awal terhadap Toyota RAV4 generasi keempat, setelah muncul laporan kebakaran yang terjadi di sektor dapur pacu.

Melansir Carscoops, fokus penelitian NHTSA atas Toyota RAV4 dipusatkan pada model yang diproduksi antara 2013 dan 2018. Ada 11 laporan kejadian, dan diduga kebakaran berasal dari arus pendek yang berasal dari rangka penahan aki atau baterai.

Terjadinya arus pendek ini menyebabkan hilangnya daya listrik secara tiba-tiba. Bisa juga terhenti mendadak, dan paling parah adalah timbul kebakaran.

Menurut NHTSA, empat dari laporan menyebutkan bahwa api menyala saat mesin dalam kondisi mati. Saat perwakilan Toyota ditanyai apakah sebaiknya mobil ditempatkan di ruang terbuka, pihak carmaker menolak untuk berspekulasi. Dan menyatakan bahwa Toyota siap bekerja sama dengan NHTSA untuk melakukan penyelidikan.

Baca Juga: Daftar Mobil Toyota Diskon PPnBM 100 Persen, Belanja via Auto2000 Digiroom

Ilustrasi mesin mobil. [Tim Mossholder/Unsplash]
Ilustrasi mesin mobil, lengkap dengan baterai atau aki [Tim Mossholder/Unsplash]

Perdebatan muncul terkait skema perbaikan: apakah sebaiknya kendaraan diperbaiki atau harus melakukan penggantian baterai. Pasalnya pemasangan baterai yang tidak tepat kemungkinan merupakan faktor dalam masalah ini.

Sebagai catatan, Toyota RAV4 adalah crossover terlaris di Amerika Serikat pada 2020. Mobil ini menjadi kendaraan paling populer di kelasnya.

Komentar