alexametrics

Pemerintah Targetkan Industri Otomotif Nasional Pulih 2023

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Pemerintah Targetkan Industri Otomotif Nasional Pulih 2023
Ilustrasi pabrik mobil. [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Dibutuhkan waktu cukup lama untuk mengembalikan industri otomotif pada track seperti sebelum pandemi.

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan industri otomotif Indonesia dapat pulih pada 2023.

Menperin menyebutkan bahwa industri otomotif sangat terpukul, utilisasinya menjadi 30-40 persen, terendah sejak 2008.

"Kami mentargetkan pada 2023 produksi dari industri otomotif bisa kembali normal. Tapi juga tentu syaratnya bagaimana kita bisa mendorong demand sehingga ada kekuatan daya beli masyarakat," jelas Menperin secara virtual, baru-baru ini, sebelum bertolak dalam kunjungan kerja ke Jepang.

Untuk itu, lanjut Menperin, pemerintah sudah menerbitkan relaksasi PPnBM. Selain itu pemerintah juga sudah memanggil seluruh distributor produk otomotif di Indonesia, ada juga permintaan untuk mensukseskan dengan cara memberikan diskon tambahan dan sudah disanggupi.

Baca Juga: Menperin Kunker Otomotif, Diterima di Jepang Pertama Sejak Situasi Darurat

Suzuki Jimny meluncur di ajang GIIAS 2019. (Suara.com/Manuel Jeghesta)
Suasana GIIAS 2019, sebagai ilustrasi kondisi pasar Nasional sebelum pandemi [Suara.com/Manuel Jeghesta)

"Kami juga sudah cek, tiga hari setelah berlakunya PPnBM. Dalam tiga hari mereka melaporkan rata-rata peningkatan dari purchase order di atas 50 persen," terang Menperin.

Sebelumnya Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Jongkie Sugiarto memperkirakan relaksasi pajak yang diberikan pemerintah terhadap mobil baru dinilai belum bisa mengembalikan penjualan mobil hingga 1 juta unit di 2021.

Menurutnya, GAIKINDO masih mematok target di angka 750.000 ribu unit seperti yang sudah diumumkan.

"Kemungkinan tahun ini belum bisa kembali ke angka satu juta unit," kata Jongkie Sugiarto.

Baca Juga: Mitsubishi Siap Investasi Teknologi Hybrid di Indonesia, Disertai Catatan

Komentar