Pakai "Teknik Bergerombol", Lonjakan Pemudik Sepeda Motor Capai 200 Persen

Senin, 10 Mei 2021 | 14:00 WIB
Pakai "Teknik Bergerombol", Lonjakan Pemudik Sepeda Motor Capai 200 Persen
Seorang polisi memeriksa pengendara yang melintas di jalur Pantura, Kabupaten Cirebon, Senin (3/5/2021). Pemeriksaan ini merupakan bagian dari penyekatan pemudik. [Suara.com/Abdul Rohman]

Suara.com - Bermacam modus serta teknik digunakan para pemudik untuk menerobos penyekatan yang bertujuan mencegah penyebaran virus Corona penyebab Covid-19. Bila sebelumnya ada modus mobil test drive, bersembunyi di angkutan logistik, atau ngebut bermotor memanfaatkan hujan, kini ada lagi teknik lainnya. Bergerombol ramai-ramai hingga sulit dicegah.

Dikutip dari kantor berita Antara, Kapolresta Cirebon, Jawa Barat, Kombes Pol M. Syahduddi menyebutkan bahwa pemudik yang menggunakan sepeda motor terus meningkat. Semakin mendekati Hari-H Idul Fitri, perbandingannya bahkan mencapai 200 persen dibandingkan hari biasa.

"Tadi malam sangat signifikan, peningkatan 100 sampai 200 persen, dibanding dengan hari biasa," jelas Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi di Cirebon, Senin (10/5/2021).

Petugas saat memutarbalikkan sepeda motor pemudik yang melintas di Cirebon. (ANTARA/Khaerul Izan)
Petugas saat memutarbalikkan sepeda motor pemudik yang melintas di Cirebon. (ANTARA/Khaerul Izan)

Menurutnya, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor dari hari ke hari terus meningkat, terutama ketika memasuki malam hingga dini hari. Di mana mereka bergerak dengan bergerombol.

Pihaknya pada Minggu (9/5/2021) malam hingga Senin dini hari telah memutarbalikkan 6.000 sepeda motor pemudik yang melintas di pos penyekatan Weru.

Ia memprediksi gelombang pemudik yang menggunakan sepeda motor akan terus bertambah, meskipun pemerintah telah resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Larangan Mudik 2021.

"Kami perkirakan nanti malam juga akan terjadi peningkatan arus kendaraan yang mengarah ke Jateng melalui arteri, dan kami sudah siapkan cara bertindak, agar mereka tidak lolos dari penyekatan," tuturnya.

Untuk mengantisipasi adanya pemudik yang bergerombol, pihaknya telah mempersiapkan dan menambahkan personel jaga terutama di pos penyekatan Weru.

"Dari semula hanya 30-an orang, kami tambah menjadi 150 petugas," tandasnya.

Baca Juga: Jalur Utama Karawang Favorit Travel Gelap, Polda Jabar Jaring 138 Mobil

Sebagai catatan, salah satu hal tertib protokol kesehatan adalah jaga jarak. Sementara dalam teknik bersepeda motor nekat mudik ini malahan bergerombol. Yakinkah mereka yang melakukannya tidak membawa "oleh-oleh" bagi keluarga di tujuan?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI