Meski Terlihat Sporty, Ini Kelemahan Penggunaan Setang Jepit untuk Sepeda Motor

Kamis, 03 Juni 2021 | 21:35 WIB
Meski Terlihat Sporty, Ini Kelemahan Penggunaan Setang Jepit untuk Sepeda Motor
Ilustrasi setang sepeda motor (Shutterstock).

Suara.com - Bagi penyuka sepeda motor modifikasi, tentunya istilah setang jepit tidak tergolong asing di telinga. Banyak peminat yang menggunakannya agar tampilan motor jadi semakin sporty dan keren.

Meski membuat tampilan motor lebih keren, penggunaan setang jepit juga memiliki kekurangan. Demikian dikutip dari laman Suzuki Indonesia. Mulai postur hingga berkurangnya kenyamanan bisa terjadi.

Sejumlah pemudik menggunakan sepeda motor melintasi Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021). [ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi]
Simak posisi duduk dan cara menggenggam setang. Sebagai ilustrasi, diabadikan saat sepeda motor melintasi Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Bandung, Jawa Barat  (5/5/2021). [ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi]

Berikut nilai minus setang jepit seperti dikutip dari laman Suzuki Indonesia:

Getaran Lebih Terasa

  • Dalam penggunaan setang ini, getaran motor akan lebih terasa. Tentu saja banyak yang tidak menyukainya, dan lebih suka mengendalikan setang kokoh, tenang, serta mantap digenggam.
  • Jika terganggu dengan setang yang senantiasa bergetar, tidak disarankan mengganti setang standar kendaraan ke jenis setang ini.

Membuat Badan Cepat Lelah

  • Penggunaan setang jepit memang bisa mengurangi embusan angin yang mengenai tubuh dengan cukup baik. Namun hal ini bisa menyebabkan badan menjadi lebih lelah atau capai. Asalnya adalah posisi yang jadi membungkuk dan membuat punggung sakit.
  • Jika digunakan untuk perjalanan jauh, tentu saja pengendara akan lebih lelah, kecuali yang sudah terbiasa.
  • Bila merasa bisa memberikan toleransi pada posisi duduk dan menggenggam setang model jepit maka tidak masalah menggunakannya.

Shock Depan Boros

  • Kekurangan lainnya terletak pada shock depan yang lebih boros dibandingkan saat menggunakan jenis setang standar. Hal ini karena penggunaannya yang harus diturunkan beberapa sentimeter dari posisi awalnya, sehingga alat ini pun tidak bisa menahan bobot berat dalam waktu lama.
  • Terutama apabila melewati jalanan yang rusak, tentu saja shock depan harus bekerja lebih keras dan membuatnya jadi boros.
  • Jika ingin shock depan lebih awet, tidak disarankan menggunakan jenis setang ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI