Thermal Shock, Ini Dampak Mencuci Motor dalam Kondisi Mesin Panas

Rabu, 30 Juni 2021 | 18:00 WIB
Thermal Shock, Ini Dampak Mencuci Motor dalam Kondisi Mesin Panas
Mencuci bagian blok mesin sepeda motor. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Akibat rutinitas yang terlalu padat, urusan merawat sepeda motor bisa jadi terabaikan. Salah satunya tidak sempat dicuci sehingga kebersihannya patut dipertanyakan.

Cara termudah adalah membawa tunggangan kesayangan roda dua ini ke tempat jasa pencucian. Tapi hal ini tanpa disadari memberi dampak, yaitu kondisi mesin serta komponen lainnya masih panas.

Mengutip laman Deltalube, ini dampak yang akan ditimbulkan jika mencuci motor dalam kondisi mesin masih panas.

Meninggalkan Noda

  • Risiko mencuci motor saat mesin dan komponen lain masih panas adalah timbulnya bercak di sekitar mesin. Setelah mengering akan menciptakan noda.
  • Hal ini terjadi karena kandungan deterjen pada sabun mengering saat melekat ke bidang yang panas. Tentu hal ini merusak penampilan, karena ada bagian motor yang terlihat memiliki totol-totol.
Tips mencuci motor, hindari panas matahari agar cat body bertahan bagus. Sebaagi ilustrasi [Envato Elements/fxquadro].
Tips mencuci motor. Sebagai ilustrasi [Envato Elements/fxquadro].

Merusak Komponen Logam

  • Jika sering mencuci motor saat mesin masih panas, bisa berdampak buruk pada blok mesin dan komponen yang berbahan besi maupun logam. Komponen yang terbuat dari logam ini bisa cepat merenggang dan rusak.
  • Ketika besi panas langsung terkena air dingin, terjadi perubahan suhu drastis, hal ini memberi dampak pada logam. Memang tidak langsung terjadi, tapi bila dilakukan berulang-ulang tentu efeknya bisa merusak.
  • Sebagai gambaran komponen, di motor yang lebih cepat rusak akibat dicuci dalam keadaan masih panas adalah bagian pipa atau leher knalpot. Selain pipa yang berbahan besi ini bisa menguning, juga memicu terjadinya karat.

Mencegah hal-hal ini terjadi, sebelum motor dicuci, sebaiknya tunggu sekitar 10-20 menit agar temperatur mesin tidak terlalu panas. Tujuannya agar komponen logam dan metal di dalam mesin tidak mengalami thermal shock atau terjadi penyusutan material secara mendadak saat terkena air dingin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI