alexametrics

4 Penyebab Akselerasi Motor Transmisi Otomatis alias Matik Jadi Lambat

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
4 Penyebab Akselerasi Motor Transmisi Otomatis alias Matik Jadi Lambat
Ilustrasi sepeda motor tengah diparkir.Beberapa di antaranya memiliki transmisi otomatis atau matik [Artem Beliaikin/Unsplash]

Bila sepeda motor transmisi otomatis lambat berakselerasi, mungkin penyebabnya salah satu poin ini.

Suara.com - Kondisi motor matik alias sepeda motor transmisi otomatis yang terasa lambat atau delay sering terjadi karena usia pemakaian motor.

Pada saat merasa tarikan motor lambat, apalagi terjadi dalam tarikan awal, ada beberapa hal yang harus diwaspadai.

Dikutip dari Wahana Honda, biasanya ada empat (4) penyebab kejadian ini. Mulai kondisi per CVT sampai v-belt.

Berikut adalah 4 penyebab akselerasi motor matik menjadi lambat:

Baca Juga: Jelang EICMA 2021, Asosiasi Aksesoris Mobil dan Motor Italia Kemukakan Pertumbuhan Pasar

1. Kondisi roller

  • Kondisi roller yang sudah tidak sempurna, misalnya telah penyok, membuat performa pulley kurang responsif. Karena bukaannya telat, akselerasi atau tarikan di awal pun akhirnya terasa lambat. Efek lain dari penyoknya roller adalah suara berdengung dari CVT.

2. Kondisi per CVT

  • Penyebab selanjutnya yang membuat tarikan motor matikkesayangan jadi delay adalah lemahnya per CVT. Memang, per CVT sebenarnya termasuk komponen yang kuat. Namun seiring bertambahnya usia motor, tentu saja diperlukan penggantian dengan yang baru. Terlebih, jika sudah sering merasakan tarikan yang lama.
Cara merawat v-belt [PT Astra Honda Motor].
Lakukan perawatan v-belt [PT Astra Honda Motor].

3. Kondisi v-belt

  • Komponen yang juga harus diperhatikan adalah v-belt. Kalau v-belt ternyata sudah retak atau molor, akselerasi motor pun bisa kena imbasnya. Penggantian v-belt bisa masuk daftar prioritas. Karena bila dibiarkan, penyakit bisa menular ke bagian lain pada motor.

4. Jarak bebas kabel gas

  • Sebaiknya pengemudi tidak terlalu sering mengubah jarak bebas pada kabel gas. Jadi, pastikan jarak bebas alias freeplay sesuai standar. Yaitu pada kisaran 2-6 mm dari posisi terkencangnya, untuk motor Honda.
  • Selain itu, selalu cek kondisi kabel gas sebelum berkendara. Caranya, dengan memainkan handle gas sebelum menyalakan mesin. Yang juga penting untuk diingat, hindari menyemprotkan air ke dalam handle maupun kabel gas.

Baca Juga: Kymco Konfirmasi Hadir di EICMA 2021, Buktikan Eksistensi untuk Masa Depan