Lelaki Ini Bawa Jasad Istri Diduga COVID-19 Pakai Sepeda Motor Karena Tiada Ambulans

Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:08 WIB
Lelaki Ini Bawa Jasad Istri Diduga COVID-19 Pakai Sepeda Motor Karena Tiada Ambulans
Ilustrasi sepeda motor yang tengah parkir (Shutterstock)

Suara.com - Seorang lelaki bernama Soni Efendi (42) warga Desa Pelokan, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu terpaksa membawa jenazah istrinya, Ompilawati (38) menggunakan sepeda motor dari rumah sakit pada Selasa (3/8/2021) dini hari.

Dikutip dari kantor berita Antara, sang suami tadi mengangkut jasad pasangan hidupnya dengan kendaraan roda dua karena tidak mendapatkan mobil ambulans dari RSUD setempat.

Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko lantas melakukan "jemput bola". Yaitu menggelar tes usap atau swab terhadap Soni Efendi.

"Kini kami tengah mengambil tes swab. Tadi mengambil swab salah satu keluarga yaitu suami," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, dalam keterangannya di Mukomuko, Rabu (4/8/2021).

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko menyiapkan peralatan untuk melakukan tes usap terhadap warga [Foto Dok.Antarabengkulu.com]
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko menyiapkan peralatan untuk melakukan tes usap terhadap warga [Foto Dok.Antarabengkulu.com]

Satgas Penanganan COVID-19 bersama Dinas Kesehatan mengambil sampel dengan tes usap kepada warga setempat termasuk melakukan tes cepat antigen terhadap mereka yang diduga kontak erat dengan pasien.

"Kalau sekarang ini baru satu orang yang menjalani tes usap, dan kami masih membujuk warga yang kontak erat dengan pasien agar mereka bersedia menjalani tes usap dan tes cepat antigen," lanjut Bustam Bustomo.

Ia mengatakan, jika hasil tes cepat antigen dinyatakan positif, berarti jenazah harus dimakamkan secara protokol kesehatan.

"Prinsipnya, lebih baik kami mengatakan orang itu positif, tapi negatif, dari pada kami menyampaikan negatif, tapi positif," ujarnya.

Bustam Bustomo memberitahukan, daerah di mana keluarga Soni Efendi bermukim berada di zona B, hasil PCR akan selesai lebih dari 24 jam, bila tes cepat antigen keluar menyatakan positif, maka prosedur dalam pemulasaraan jenazah menerapkan prokes.

Baca Juga: 4 Penyebab Akselerasi Motor Transmisi Otomatis alias Matik Jadi Lambat

"Sebenarnya harus dilakukan prokes, pihak RSUD maupun kami di Satgas tidak ingin ada keributan, dan kami maupun pihak RSUD tidak ada kepentingan, dan tujuannya untuk menghindari penularan COVID-19," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI