Isuzu: Perjalanan Menuju Kendaraan Listrik Masih Panjang

Selasa, 24 Agustus 2021 | 17:10 WIB
Isuzu: Perjalanan Menuju Kendaraan Listrik Masih Panjang
e-Mobility: Mercedes-Benz Trucks membangun kerja sama infrastruktur pengisian daya strategis dengan Siemens Smart Infrastructure, ENGIE dan EVBox Group. Sebagai ilustrasi kendaraan komersial bertenaga listrik [Daimler AG/Daimler Trucks and Buses Communication via ANTARA].

Suara.com - Industri otomotif terus bergerak menuju era kendaraan terelektrifikasi atau zaman mobil listrik. Tidak hanya kendaraan penumpang, sejumlah pabrikan commercial vehicle juga menggunakan energi listrik dari baterai atau sel hidrogen. Kekinian, truk listrik marak dioperasikan.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai salah satu pemain besar kendaraan komersial di Indonesia, mengatakan bahwa perjalanan ke arah kendaraan listrik masih panjang.

"Rasanya masih akan panjang perjalanan elektrik. Banyak hal yang harus jadi pertimbangan," ujar Attias Asril, Marketing Division Head PT IAMI, saat Ngobrol Virtual Santai atau Ngovsan bersama Forwot, Selasa (24/8/2021).

Untuk menuju kendaraan listrik, tidak sedikit pembuat mobil yang melakukan kolaborasi. Hal ini biasanya dilakukan dengan tujuan saling bertukar teknologi masing-masing dalam pengembangan kendaraan listrik.

Melihat Kecanggihan Teknologi Bus dan Truk GIICOMVEC 2020
Melihat Kecanggihan Teknologi Bus dan Truk GIICOMVEC 2020. Tampak e-Fuso e-Canter yang bertenaga listrik [Suara.com].

Secara global, Isuzu sendiri telah berkolaborasi dengan Hino. Attias Asril berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan sebuah kendaraan listrik.

"Mudah-mudahan kolaborasi masih bisa berjalan dengan cepat. Jadi untuk membangun kendaraan listrik saya rasa masih butuh waktu," ungkapnya.

Sebagai informasi, di Indonesia sendiri sebenarnya pernah diperkenalkan mobil komersial berbasis listrik.

Lewat ajang ajang GIICOMVEC 2020, Mitsubishi Fuso sempat memperkenalkan Fuso e-Canter.

Sayangnya, meski sudah dipasarkan di sejumlah negara, kendaraan niaga ringan ini belum masuk pasar Indonesia.

Baca Juga: Stop Produksi Panther, Isuzu Sebutkan Tidak Ada Dampak Terhadap Penjualan

Kendaraan berbobot 7,49 ton ini memiliki jarak tempuh lebih dari 100 km untuk sekali pengisian baterai, dan sangat cocok untuk digunakan sebagai sarana distribusi tanpa emisi serta tanpa polusi suara.

Selain itu, Fuso e-Canter meyakinkan dengan aspek-aspek seperti kekuatan sasis yang sangat baik hingga 4,15 ton. Lebih dari cukup untuk keperluan pengiriman perkotaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI