alexametrics

Isuzu: Perjalanan Menuju Kendaraan Listrik Masih Panjang

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Isuzu: Perjalanan Menuju Kendaraan Listrik Masih Panjang
e-Mobility: Mercedes-Benz Trucks membangun kerja sama infrastruktur pengisian daya strategis dengan Siemens Smart Infrastructure, ENGIE dan EVBox Group. Sebagai ilustrasi kendaraan komersial bertenaga listrik [Daimler AG/Daimler Trucks and Buses Communication via ANTARA].

Truk bertenaga listrik sudah dioperasikan beberapa tahun terakhir.

Suara.com - Industri otomotif terus bergerak menuju era kendaraan terelektrifikasi atau zaman mobil listrik. Tidak hanya kendaraan penumpang, sejumlah pabrikan commercial vehicle juga menggunakan energi listrik dari baterai atau sel hidrogen. Kekinian, truk listrik marak dioperasikan.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai salah satu pemain besar kendaraan komersial di Indonesia, mengatakan bahwa perjalanan ke arah kendaraan listrik masih panjang.

"Rasanya masih akan panjang perjalanan elektrik. Banyak hal yang harus jadi pertimbangan," ujar Attias Asril, Marketing Division Head PT IAMI, saat Ngobrol Virtual Santai atau Ngovsan bersama Forwot, Selasa (24/8/2021).

Untuk menuju kendaraan listrik, tidak sedikit pembuat mobil yang melakukan kolaborasi. Hal ini biasanya dilakukan dengan tujuan saling bertukar teknologi masing-masing dalam pengembangan kendaraan listrik.

Baca Juga: Stop Produksi Panther, Isuzu Sebutkan Tidak Ada Dampak Terhadap Penjualan

Melihat Kecanggihan Teknologi Bus dan Truk GIICOMVEC 2020
Melihat Kecanggihan Teknologi Bus dan Truk GIICOMVEC 2020. Tampak e-Fuso e-Canter yang bertenaga listrik [Suara.com].

Secara global, Isuzu sendiri telah berkolaborasi dengan Hino. Attias Asril berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan sebuah kendaraan listrik.

"Mudah-mudahan kolaborasi masih bisa berjalan dengan cepat. Jadi untuk membangun kendaraan listrik saya rasa masih butuh waktu," ungkapnya.

Sebagai informasi, di Indonesia sendiri sebenarnya pernah diperkenalkan mobil komersial berbasis listrik.

Lewat ajang ajang GIICOMVEC 2020, Mitsubishi Fuso sempat memperkenalkan Fuso e-Canter.

Sayangnya, meski sudah dipasarkan di sejumlah negara, kendaraan niaga ringan ini belum masuk pasar Indonesia.

Baca Juga: Dalam Tahap Persiapan, Isuzu MU-X Dipastikan Meluncur Tahun Ini

Kendaraan berbobot 7,49 ton ini memiliki jarak tempuh lebih dari 100 km untuk sekali pengisian baterai, dan sangat cocok untuk digunakan sebagai sarana distribusi tanpa emisi serta tanpa polusi suara.

Selain itu, Fuso e-Canter meyakinkan dengan aspek-aspek seperti kekuatan sasis yang sangat baik hingga 4,15 ton. Lebih dari cukup untuk keperluan pengiriman perkotaan.

Komentar